Zara menghapus iklan dari halaman depan situsnya, Boikot Pro-Palestina

Uncategorized186 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, JakartaMembalas menarik iklan yang menampilkan boneka dengan anggota tubuh hilang dan gambar kartun putih dari halaman depan situs web dan aplikasinya pada hari Senin. Mengutip Reuters Selasa 12 Desember 2023, Zara melakukan hal tersebut setelah ikan tersebut memicu seruan banyak pendukung Palestina untuk membubarkan pengecer fesyen tersebut.

Inditex, pemilik Zara, mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari strategi regulernya untuk menyegarkan konten. Mereka tidak mengomentari seruan boikot tersebut, namun mengatakan bahwa koleksi “Atelier” dibuat pada bulan Juli dan fotonya diambil pada bulan September. Perang antara Israel dan Hamas dimulai setelah 7 Oktober.

Akun Instagram Zara memiliki puluhan ribu orang yang memposting tentang foto-foto tersebut. Banyak di antaranya yang menyertakan bendera Palestina. Sementara itu, “#BoycottZara” sedang menjadi tren di platform perpesanan X.

Dalam salah satu foto, terlihat seorang model membawa manekin berbalut warna putih. Foto lain menunjukkan sebuah bus tergeletak di tanah, dan foto lainnya menunjukkan manekin tanpa senjata. Kritikus mengatakan foto-foto itu mirip dengan foto mayat-mayat berkulit putih yang berselimut di Gaza.

Zara mengatakan pada peluncuran koleksinya pada 7 Desember bahwa koleksi ini didasarkan pada pakaian pria dari abad lalu. Gambar-gambar ini menunjukkan studio seniman dengan tangga, gudang, kotak kayu dan derek, serta pembantu yang mengenakan kemeja.

Reaksi-reaksi ini mencerminkan meningkatnya sensitivitas yang dihadapi komunitas internasional seiring dengan meningkatnya konflik di Gaza dan seruan untuk memboikot industri. CEO Summit Web mengundurkan diri pada bulan Oktober setelah berbicara tentang konflik Israel dengan Hamas.

Foto-foto tersebut, yang muncul di halaman depan toko online Zara pada Senin pagi, tidak lagi terlihat di situs web atau aplikasinya mulai pukul 12.30 GMT.

Baca Juga  APBN 2024 Dipatok Rp 3.325,1 Triliun, Untuk Apa?

Tautan di situs Zara Atelier di Inggris mengarah ke halaman yang menunjukkan koleksi tahun lalu.

Periklanan

Koleksi enam jaket ini adalah salah satu yang termahal di Zara, dengan harga mulai dari $229 untuk mantel wol abu-abu dengan lengan yang pas, hingga $799 untuk jaket kulit bertabur.

Ini bukan pertama kalinya kampanye iklan membuat merek fesyen menimbulkan kontroversi.

Grup barang mewah Perancis, Kering, tahun lalu membentuk grup perlindungan merek setelah iklan gambar dari merek Balenciaga yang menampilkan anak-anak memicu reaksi balik yang menghalangi penjualan.

Dolce & Gabbana ditarik dari situs e-commerce di Tiongkok pada tahun 2018 setelah kampanye menampilkan model tersebut berjuang untuk makan makanan Italia dengan sumpit. Hal ini dikritik sebagai rasisme oleh selebriti lokal dan media sosial.

Zara tahun lalu mendapat tembakan dari banyak warga Palestina di Israel ketika kepala pengecer lokal di Israel mengadakan acara kampanye untuk politisi ultranasionalis.

Pilihan Editor: 20 Kampus Terbaik di Indonesia dalam QS WUR Sustainability 2024, ITB Memimpin

Selalu update informasi terbaru. Dengarkan siaran berita dan berita pilihan dari Tempo.co di saluran Telegram “Tempo.co Updates”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate bergabung. Anda perlu menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *