WNA Portugis Sembunyikan 2.500 Gram Kokain Cair dalam Botol Shampo, Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

Uncategorized121 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Petugas Bea dan Cukai Soekarno-Hatta menangkap seorang warga negara asing asal Portugal (WNA) berinisial RP, 22 tahun, karena hendak memindahkan sejenis kokain. Dia menyembunyikan 2.500 gram kokain cair di dalam botol sampo.

Dilarang menggunakan tas sebagai penutup untuk memindahkan muatan narkoba, kata Direktur Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Soekarno-Hatta, Zaky Firmansyah, Senin 25 Maret 2024.

Zaki mengatakan, RP ditangkap saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 17 Maret 2024. Ia tiba di Indonesia dengan nomor penerbangan EK 358 rute penerbangan LIS-DXB-CGK.

Sesampainya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, RP menunjukkan tingkah mencurigakan.

Petugas Bea Cukai yang melakukan pemeriksaan di area kedatangan pelaku perjalanan asing pun curiga dengan kelakuan RP yang tampak ragu-ragu dan beberapa kali berhenti berjalan sambil melakukan panggilan telepon saat memasuki area peninjauan e-CD.

“RP yang membawa 1 buah tas selempang warna hitam, 1 buah tas warna hitam, dan 1 buah tas warna hitam, diarahkan polisi ke jalan merah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Zaki.

Menurut Zaki, saat memasuki lokasi penelitian, gerak-gerik RP semakin mencurigakan. Dia terlihat beberapa kali menelepon dan menggoyangkan tubuhnya dengan gugup saat mencoba memasukkan barang-barangnya ke dalam mesin X-ray.

Saat diperiksa X-Ray, tampaknya tas tersebut diduga berisi pakaian, diduga tas tersebut berisi pakaian dan botol. Saat membuka tas, di dalam tas berwarna hitam ditemukan pakaian pribadi dalam kondisi lusuh dan 1 buah tas berwarna kuning berisi 2 buah botol shampoo, 1 buah botol sabun, 1 buah botol muka dan 1 buah parfum.

Tutup dan leher botol dibungkus dengan plastik. Kemudian polisi melakukan rontgen ulang terhadap 2 botol sampo dan 1 botol sabun yang bentuknya seperti kaca. Saat dibuka, ketiga botol tersebut mengeluarkan bau kimia yang tidak berbeda dengan bau sabun dan sabun pada umumnya. Karena tidak adanya undang-undang tersebut, polisi kemudian menggunakan alat pendeteksi dan pemeriksaan fisik terhadapnya
RP hasilnya buruk,” kata Zaki.

Baca Juga  BRImo memberikan pengalaman menyenangkan saat berbisnis

Periklanan

Sedangkan cairan yang ada di dalam botol dipanaskan hingga cairannya berwarna terang, kemudian diuji beberapa kali menggunakan alat identifikasi. ” Menampilkan hasil
“Bagus untuk obat golongan 1, seperti Kokain,” kata Zaky.

Kepada petugas polisi yang menginterogasinya, RP mengaku datang sendirian
Pertama kali ke Indonesia dengan niat berlibur ke Bali selama seminggu. RP yang tidak mengikuti seleksi sebagai pesepakbola profesional mengaku diberikan barang-barang tersebut dan tidak mengetahui isinya. “Pemilik paket yang tidak disebutkan namanya memberikan barang tersebut 3 jam sebelum penerbangan,” kata Zaki.

RP mengaku temannya berinisial J di Portugal memperkenalkan pemilik barang dan berjanji akan membayarnya sebesar 6.000 euro untuk mengantarkan barang tersebut ke tujuan akhir di Bali. RP sendiri mengaku diberikan tiket penerbangan lanjutan ke Bali dengan jadwal penerbangan pukul 17.05 WIB dan berdomisili di kawasan Pecatu, kata Zaki.

Menurut Zaki, tersangka dan barang bukti diserahkan ke Subdit 1 Ditres Narkoba Polda Metro Jaya untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Peninjauan terhadap proses pengembangan (transfer of control) dilakukan untuk kepentingan pendalaman lebih lanjut dengan membentuk Satgas Gabungan yang meliputi Tim Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Direktorat Interdiksi Narkoba DJBC, dan Subdit. 1 Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.

Berdasarkan hasil penertiban di Bali, tim mengetahui ada penerima barang milik 2 orang mencurigakan lainnya yang ditahan oleh pria warga negara Portugal berinisial FS (38) dan LN (42). Dari keduanya, disita barang bukti berupa kokain bubuk siap pakai dengan berat kurang dari 1 gram.

Para tersangka, kata Zaki, dijerat dengan Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Pilihan Redaksi: Polisi Ungkap Peredaran Narkotika Bubuk MDMA 1.503 Gram dengan Kedok Minuman Energi

Baca Juga  BMKG memprakirakan hujan lebat disertai kilat/petir akan terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Barat pada pekan ini



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *