Warga sipil yang menjaga sebuah sekolah di Gaza mengatakan Israel melepaskan tembakan

Uncategorized200 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Pasukan Israel dilaporkan menembak perempuan dan anak-anak di sebuah sekolah dekat kamp Jabalia di Gaza utara, Al Jazeera Dilaporkan pada Rabu 13 Desember 2023.

Sedikitnya 15 jenazah yang dimutilasi dan dipenuhi peluru ditemukan bertumpuk dan sekolah Shadia Abu Ghazala di sebelah barat kamp pengungsi Jabalia, di daerah yang dikenal sebagai Al-Faluja. Warga Palestina menjadikan sekolah ini sebagai tempat berlindung dari serangan roket Israel.

Saksi dan kerabat korban mengatakan mereka ditembak dari jarak dekat oleh pasukan Israel. Dilaporkan bahwa orang-orang tersebut dibunuh pada malam Selasa hingga Rabu, namun hal ini belum dapat dikonfirmasi.

Rekaman yang meresahkan dari mayat-mayat itu terekam Al Jazeera dan berbagi di media sosial.

Sebelumnya pada hari Rabu, Israel menembaki Sekolah Dasar Abu Hussein untuk anak laki-laki yang dikelola PBB di Jabalia, menewaskan dan melukai beberapa orang.

Israel menargetkan sekolah dan rumah sakit, melindungi puluhan ribu pengungsi Palestina.

Seluruh keluarga dan rumah dengan banyak lantai telah musnah akibat serangan udara Israel, dan banyak dari 18.600 orang tewas sejak 1 Oktober. 7 adalah wanita dan anak-anak.

Ada seruan internasional untuk membawa Israel ke pengadilan atas pembantaian yang sedang berlangsung di Gaza.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengutuk pembunuhan “gaya pembantaian” yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga sipil di Gaza.

Karena pemerintahan Biden berdiri sendiri di panggung dunia dalam membela dan membantu genosida dan genosida yang dilakukan oleh pemerintah sayap kanan Israel di Gaza, maka pemerintah akan menanggapi pembunuhan terhadap perempuan, anak-anak, dan bayi seperti yang diharapkan. berlindung di sebuah sekolah di Gaza,” kata Direktur Komunikasi Nasional CAIR Ibrahim Hooper dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga  Prabowo mengatakan tanah subur adalah cara mencapai ketahanan pangan, visioner: Reforma agraria bisa dikembangkan

“Negara kita harus berhenti memaafkan apa yang bahkan secara diam-diam diakui oleh Presiden Biden sebagai “pemusnahan” warga Palestina yang tidak bersalah.”

Sementara itu, Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengaku belum menerima laporan mengenai pembunuhan tersebut dan menyerukan penyelidikan PBB.

AL JAZEERA | ARAB BARU | PERUSAHAAN SITA PLANASARI

Pilihan Editor: Menteri Retno Marsudi pada pertemuan WHO: Israel mengubah Gaza menjadi negara Neraka

klik disini untuk mendapatkan update terkini dari Tempo dan Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *