Volodymyr Zelensky berjanji tidak akan tinggal diam jika ekspor gandum Ukraina ditolak

Uncategorized205 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yakin partainya tidak akan tinggal diam jika negara anggota Uni Eropa memberlakukan larangan masuk. gandum orang Ukraina dari negara-negara tersebut. Keputusan mengenai hal ini masih kontroversial.

Sebelumnya pada Jumat, 15 September 2023, Komisi Eropa tidak memilih untuk memperpanjang larangan pengiriman gandum, tepung jagung, rapeseed, dan biji bunga matahari ke Polandia, Hongaria, Rumania, Bulgaria, dan Slovakia. Penerapan larangan tersebut, yang dimulai pada Mei 2023, akan berakhir pada 15 September 2023. Pihak berwenang Bulgaria mendukung keputusan Komisi Eropa untuk tidak memperpanjang larangan tersebut, sementara empat negara anggota Uni Eropa lainnya secara serempak mengumumkan bahwa mereka akan menegakkan undang-undang tersebut. terapkan pada mereka. di tingkat nasional yang membatasi masuknya produk. Ukraina akan melindungi industri pertanian

Zelensky menulis dalam aplikasi Telegram bahwa dia berbicara dengan presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, mengatakan bahwa Ukraina sangat berterima kasih kepada von der Leyen karena menepati janjinya dan menaati aturan perdagangan bebas. Keputusan untuk tidak memperpanjang larangan impor produk pertanian Ukraina dipandang oleh Zelensky sebagai contoh persatuan dan kepercayaan sejati antara Ukraina dan Ukraina. Uni Eropa.

“Penting untuk memastikan bahwa persatuan Eropa bekerja pada dua tingkat, dan negara-negara tetangga mendukung Ukraina di tengah perangnya dengan Rusia. Zelensky mengatakan, “Jika Polandia, Hongaria, Rumania dan Slowakia-lah yang membuat keputusan yang bertentangan dengan UE.” hukum, maka Ukraina akan merespons secara nasional,” kata Zelensky, tanpa merinci metode mana yang ia maksud.

Usai mendengar keputusan Komisi Eropa pada Jumat, 15 September 2023, Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan pihaknya akan memperpanjang (secara terpisah) larangan impor gandum dari Ukraina ke negaranya. Polandia tidak mau mengabaikan von der Leyen karena ini demi kepentingan petani Polandia. Sementara itu, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban mengumumkan rencana serupa dengan mengatakan bahwa partainya siap melawan Uni Eropa dalam masalah ini. gandum (jagung) ini.

Baca Juga  Gubernur Sumut ajak negara sahabat memperkuat kerja sama

Periklanan

Sumber: RT.com

Pilihan Editorial: Ukraina Diserang, Putin: Rusia Tidak Akan Diam

Ikuti berita terkini dari Tempo.co dan Google News, klik Di Sini.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *