Vladimir Putin ingin mengakhiri perang di Ukraina sepenuhnya

Uncategorized13 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa dia ingin perang Ukraina diselesaikan dengan baik, bukan sekadar gencatan senjata atau diakhirinya perang. Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat bertemu dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban di Ibu Kota Moskow pada Jumat, 5 Juli 2024. Orban sedang berkunjung ke Rusia untuk membahas beberapa cara menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina melalui solusi diplomatik dan damai. .

“Gencatan senjata atau semacamnya tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah Kiev untuk beristirahat sehingga mereka dapat pulih dari kekalahan, mengubah (tentara) dan mengembalikannya. Rusia memiliki niat untuk mengakhiri konflik sepenuhnya dan mengakhiri konflik. tentu saja,” kata Putin.

Dia memahami bahwa perang di Ukraina hanya akan berakhir jika salah satu pihak memenuhi tuntutan mereka. Putin menekankan bahwa Kiev akan siap menarik pasukannya dari Donbass, Zaporozhye dan Kherson. Ketiga wilayah ini kini berada di bawah kekuasaan Rusia setelah terpilih melalui pemilu terbuka. Putin juga mengatakan ada syarat lain, namun detailnya tetap perlu diperhatikan karena kerja sama bisa dilakukan.

Awalnya, Putin menolak rencana gencatan senjata dan situasi di Ukraina menyetujui banyak syarat. Hal ini termasuk penarikan penuh pasukan Ukraina dari wilayah Rusia dan legalisasi bahwa Kyiv tidak akan menjadi anggota NATO.

Kiev yang mendapat dukungan dari negara-negara Barat menolak rencana perdamaian Putin, meski Putin mengatakan tawaran itu harus dipertimbangkan dan tawaran itu tetap sah. Putin juga mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk meluangkan waktu dan mempertimbangkannya. Dalam jumpa pers pada Jumat, 5 Juli 2024, Orban mengakui posisi Ukraina dan Rusia dalam konflik tersebut. Ia memahami upaya menyatukan kedua negara membutuhkan upaya yang tidak sedikit.

Baca Juga  Ahli waris Bung Hatta menuduh pejabat khusus Menteri Keuangan akan menggugatnya, apakah akan digugat secara hukum?

Sebelumnya pada Maret 2024, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg menegur negara-negara anggota NATO karena tidak menyediakan amunisi yang cukup. Ukraina. Berbicara secara terbuka mengenai situasi perang, Stoltenberg mengatakan bahwa anggota NATO tidak hanya mempunyai hak untuk memberikan lebih banyak bantuan kepada Ukraina, tetapi juga perlu menunjukkan kemauan politik untuk melakukannya.

Periklanan

Ukraina tidak berjalan dengan berani, namun negara-negara anggotanya berani NATO tidak diberi cukup amunisi di Ukraina dan hasilnya terlihat di medan perang setiap hari.

Sumber: RT.com

Pemilihan editorial: Vladimir Putin menunjuk Sergei Gennadievich Tolchenov sebagai duta besar Rusia untuk Indonesia

Ikuti berita terkini dari Tempo.co dan Google News, klik Di Sini



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *