Urutan Letusan Anak Krakatau Hingga Saat Ini, Polda Banten: Menunggu

Uncategorized222 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, menyerang – Polda Banten meminta warga pantai mewaspadai letusan gunung berapi Anak-anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Laporan tersebut disampaikan setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis informasi adanya dua kali letusan gunung berapi pada Rabu, 6 Desember 2023 pagi. Hal ini terkait dengan beberapa erupsi pada hari-hari sebelumnya.

Selasa kemarin misalnya, PVMBG mencatat Gunung Anak Krakatau erupsi dua kali dan delapan kali pada Senin. Pada Minggu, 3 Desember 2023, terjadi beberapa kali ledakan.

Hasil observasi dan peralatan menunjukkan Gunung Anak Krakatau berada pada level III (Waspada), dengan peningkatan aktivitas atau gunung berapi tersebut sedang meletus, kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. kata Didik. Hariyanto.

Didik mengatakan, letusan pertama hari ini terjadi pada pukul 00.06 WIB dan tinggi kolom abu ditemukan sekitar 1000 meter di atas permukaan laut atau sekitar 1.157 meter di atas permukaan laut. Ledakan kedua terjadi pada pukul 09.54 WIB dan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas permukaan laut atau sekitar 657 meter di atas permukaan laut.

Didik mengimbau para nelayan, termasuk warga pesisir, tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius lima kilometer dari sumur aktif. “Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Waspada,” tegasnya. .

Periklanan

Sejak lahirnya Gunung Anak Krakatau pada bulan Juni 1927 hingga saat ini, letusan yang sering terjadi membuat Gunung Anak Krakatau semakin membesar. Sifat letusan Gunung Anak Krakatau berupa letusan eksplosif dan letusan yang mempunyai masa istirahat satu tahun sampai enam tahun.

Dampak ledakan yang juga diperkirakan adalah: tsunami di perairan sekitar Selat Sunda, seperti yang terjadi pada tahun 2018.

Baca Juga  7 Minuman khas Jawa Timur yang wajib dicoba, enak sekali

Pilihan Editor: Orang tua mengunci 4 anak di dalam rumah hingga meninggal di Jagakarsa



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *