Toyota Astra Motor menghadirkan produk Carbon Neutral di ajang GIIAS 2023

Uncategorized176 Dilihat

Pesan Otomatis – Toyota Astra Motor menawarkan produk gerakan netral karbon dengan menghadirkan desain kendaraan listrik (EV) lengkap Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di ICE BSD City, Tangerang – Banten pada 10–20 Agustus 2023.

CEO PT Toyota-Astra Motor (TAM), Hiroyuki Ueda mengatakan keikutsertaan TAM pada pameran GIIAS 2023 sejalan dengan Toyota Environmental Challenge 2050 dan Net Zero Emission 2060 dari pemerintah Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang bersih.

“Toyota mengusung tema “Toyota Responsible Mobility” yang menunjukkan strategi multi-cabang dalam menghadirkan solusi netral karbon dan memberikan dukungan masyarakat yang lebih besar dalam mengurangi emisi karbon melalui serangkaian pilihan mobilitas yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” ujar Hiroyuki Ueda.

Menurutnya, dalam Toyota Environmental Challenge 2050, timnya fokus pada dua tujuan, yakni mencapai nol emisi CO2 dan memberikan dampak positif bagi lingkungan bagi perusahaan transportasi. Langkah tersebut telah dimulai oleh PT TAM dengan memperkenalkan Toyota Prius HEV pada tahun 2009, dan total penjualan seluruh produk Toyota xEV akan melebihi 21.000 unit hingga tahun 2023.

Oleh karena itu, Ueda mengatakan TAM juga membangun 3 booth pada ajang GIIAS 2023, yaitu booth Toyota di Hall 5B, booth Lexus di Hall 7D (sebelah gedung utama Toyota), dan yang terbaru adalah booth Toyota Commercial Vehicle di Hall 3E. .

Data penjualan kendaraan listrik Toyota tumbuh pesat pada tahun ini, dari 4.436 unit pada semester I 2022 menjadi 11.493 unit pada semester I 2023 pasca hadirnya New Kijang Innova Zenix Hybrid EV.

“Ajang GIIAS 2023 kami persembahkan untuk menunjukkan perkembangan teknologi Toyota yang semakin bertenaga dan berkelanjutan. Dimulai dengan mobil ICE (Internal Combustion Engine) yang ramah lingkungan, Kendaraan Listrik, dan Kendaraan Bahan Bakar Fleksibel yang lengkap dan sesuai kebutuhan pelanggan, ujar CEO PT Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto.

Baca Juga  Perusuh Bakar Kantor Bupati Pohuwato, Ini Profil Saipul Mbuinga Benarkah Bupati Termiskin di Gorontalo?

Menurut dia, rencananya untuk memperkuat pasar listrik di Indonesia yang terus tumbuh, dari 1,9% tahun lalu menjadi 4,6% pada paruh pertama tahun 2023, sementara Toyota mendominasi pasar sebesar 49%.

Periklanan

Selain itu, Toyota juga membekali masyarakat Indonesia dengan beragam teknologi ketenagalistrikan, mulai dari Hybrid Electric Vehicles (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicles (PHEV), hingga Battery Electric Vehicles (BEV). Selain All New Yaris Cross HEV dan All New Kijang Innova Zenix HEV sebagai kendaraan listrik pertama Tanah Air, Toyota juga memperkenalkan BEV pertama di dunia, Toyota bZ4X, dan memasarkan New RAV4 GR Sport PHEV Premium SUV.

Selain teknologi kendaraan yang berkembang pesat, Toyota juga mengembangkan teknologi Flex-Fuel dengan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan yang fleksibel dalam menggunakan energi alternatif dan mengurangi emisi karbon.

Toyota memperkenalkan Corolla Cross Hybrid EV untuk pasar Brazil dan varian Fortuner produksi lokal yang 100% kompatibel dengan bahan bakar Bioetanol (E100), serta mobil konsep Corolla Cross yang menggunakan bahan bakar hidrogen bersih (H2) untuk melengkapi mobilitas netral Toyota perbedaan karbon. larutan.

Di sisi lain, jajaran produk diesel Toyota mendukung penggunaan bahan bakar Biodiesel (B35) yang disediakan oleh pemerintah Indonesia, sedangkan model mesin pembakaran (ICE) terbaru dirancang agar dapat dengan mudah menggunakan bahan bakar bioetanol (E10) tanpa apa pun. menukarkan. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, Toyota mengambil langkah signifikan untuk memungkinkan pihak lain berkontribusi dalam mengurangi konsumsi bahan bakar dan mengurangi emisi karbon melalui aktivitas sehari-hari, sesuai dengan komitmennya dalam meningkatkan penerapan teknologi ini di masa depan.

Sementara itu, Toyota berkeinginan untuk melanjutkan warisan Toyota Kijang (1977) dengan memperkenalkan konsep Rangga yang bertujuan untuk memberikan efek menguntungkan lainnya dalam mendukung pertumbuhan perekonomian negara. Mengusung DNA Kijang, konsep baru ini diciptakan untuk mendefinisikan cara mengangkut orang dan barang sesuai kebutuhan pelanggan.

Baca Juga  Jangan Terus Tuduh Kami Produk Orde Baru

Keberagaman yang ditampilkan menunjukkan bahwa penerapannya dapat digunakan oleh semua bisnis di Indonesia.

“Nama Rangga berasal dari bahasa Jawa Ronggo yang berarti ksatria, dan body shop di kota tersebut juga merancang bodi Rangga untuk memenuhi kebutuhan pengguna,” Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM), Anton dikatakan. Jimmy Swandy.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *