Tokyo Midtown Yaesu, kawasan bisnis termahal di Tokyo, menjadi stasiun terbesar

Uncategorized163 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Salah satu tujuan utama wisatawan ke Jepang adalah berbelanja. Di Tokyo terdapat gedung-gedung terbaru yang menjadi tempat berbelanja baru, stasiun Shinkansen, terminal bus, universitas, sekolah, restoran Bulgari, apartemen, toko UMKM Jepang, pusat penitipan anak, bahkan ruang kerja. Tokyo tengah kota Yaesu didirikan Maret lalu di 2 Chome 2-1, Kota Chuo, Tokyo.

Tokyo Midtown Yaesu menjadi kawasan komersial termahal di Tokyo

Rumah sebuah halangan Gedung 30 lantai ini merupakan gedung komersial termahal di Tokyo. “Sewa adalah yang paling mahal di daerah ini. “Untuk 1 meter persegi harga sewanya 20-30 ribu yen per bulan,” ujar Taro Nakamura, General Manager Tokyo Midtown Yaesu menjawab pertanyaan. Untuk waktu yang lama yang mendapat undangan dari National Tourism Organization untuk berkunjung ke Jepang pada Rabu, 8 November 2023.

Meski termahal, kata Taro, kantor yang disewakan hampir penuh. Menurut Taro, tempat yang sangat penting menjadi alasan warga tidak segan-segan menginvestasikan uangnya lebih banyak dengan harapan mendapatkan keuntungan lebih. “Sejauh ini ada 600 mobil di stasiun ini, yang merupakan terbesar di Jepang,” ujarnya.

Taro mengatakan Mitsui merupakan salah satu perusahaan terbesar di Jepang yang membangun dan mengoperasikan superblock Tokyo Midtwon Yaesu. Mitsui, mungkin belum begitu dikenal masyarakat Indonesia karena beroperasi di Jepang, China, Malaysia, dan Singapura.

Terminal Bus Tokyo Yaesu terletak di dalam Tokyo Midtown Yaesu. Foto: Tempo| Istiqomatul Hayati.

Dikatakan di halaman resmi Yesu Tengah Kota, Yaesu merupakan stasiun dengan berbagai moda transportasi antara lain Shinkansen yang menghubungkan seluruh Jepang, stasiun kereta api, terminal bus, dan terminal bus yang memungkinkan akses langsung ke bandara. Bisa dibilang Tokyo Midtown Yaesu yang terletak di tengah kawasan timur Stasiun Tokyo ini sangat indah dan menjadi pusat perkembangan kawasan Tokyo.

Baca Juga  DKI disarankan bentuk badan promosi wisata setelah tak jadi ibu kota

waktu adalah uang

Biarkan aku melihat dengan matanya. Ribuan orang lewat saat jam makan siang tanpa henti. Mereka tampak hebat. Mereka adalah pekerja kantoran, dibedakan dari pakaiannya, berjalan cepat dengan langkah lurus tanpa melihat ke jalan. Mereka merasa apapun jalan yang diambilnya berhasil, sehingga mereka menghafalkan jalan tersebut dengan melihat ponselnya agar tidak dihitung.

Di Tokyo Midtown Yaesu, apalagi dengan harga makanan di sekitar stasiun dan stasiun, Anda tidak akan menemukan kursi apa pun. Posisi ini untuk menghormati waktu mereka. “Di Jepang, waktu adalah uang, satu menit sangat berharga,” kata Michiko Sasayama, sutradara lokal yang menjabat sebagai penerjemah bahasa Indonesia.

Karyawan berhenti di kantin, memilih makanan sejenis bento yang diletakkan di lemari kaca, membayar makanannya, kemudian meninggalkannya dan memakannya di kantor atau di kereta Shinkansen. Tidak ada tradisi menyendiri saat tertawa bersama teman untuk mengungkapkan perasaannya.

Periklanan

Akomodasi disediakan di kawasan khusus yang menawarkan beragam restoran, kafe, dan penjualan produk UMKM Jepang. Tamu yang datang ke sini bisa bekerja di dalam ruangan, atau berkumpul bersama teman-teman, sambil menunggu makanan datang. Jika lelah, pengunjung bisa memilih pakaian yang dijual UMKM setempat. Wisatawan dari luar Jepang dapat berbelanja oleh-oleh di kawasan ini.

Pusat pameran yang menjual produk lokal di Jepang di Tokyo Midtown Yaesu. Foto: Tempo | Istiqomatul Hayati.

Terdapat sekolah dasar negeri dan pameran produk lokal Jepang

Yang istimewa dari tempat ini, meski merupakan kawasan komersial termahal, namun terdapat sekolah dasar negeri dengan fasilitas yang sangat baik. “Ada kolam yang sensitivitas anak-anaknya tinggi, untuk mencegah kematian,” kata Taro. Sayangnya saat kami tiba, anak-anak sedang berada di kelas sehingga kami tidak bisa langsung melihat mereka.

Baca Juga  Pakar Sebut Prabowo Subianto Makin Percaya Diri, Koalisi Makin Gemuk Usai Didukung PAN dan Golkar

Di Tokyo Midtown Yaesu juga terdapat Universitas Tokyo. “Banyak pemimpin, terutama dunia usaha, hadir di sini. “Mereka kuliah dan tempat ini menjadi inkubator pelatihan bisnis mereka,” kata Taro. Kami diperlihatkan kampus Universitas Tokyo. Banyak siswa terlihat mengobrol dengan gurunya.

Tak jauh dari kampus juga terdapat co-working space yang bisa digunakan secara gratis. “Banyak media yang mewawancarai, mengedit, dan memfilmkan di sini. “Seluruh kawasan bisa digunakan secara gratis,” kata Taro. Satu ruangan dengan ruang kerja menjadi ruang pameran untuk menjual produk UMKM.

Di luar gedung, kami bisa melihat anak-anak berlarian di sekitar taman secara gratis. “Itu tempat penitipan anak, yang digunakan oleh staf di sini atau penghuni hotel,” ujarnya.

Pilihan Editor: Perlakuan ringan terhadap penumpang Japan Airlines, bawa Predikat Apex World Class 2024



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *