Tes SIM tidak lagi seperti bermain olahraga

Uncategorized154 Dilihat

Informasi Nasional – Wajah Katerin yang berusia 21 tahun itu pun tersenyum. Senyumnya pun semakin mengembang saat diumumkan lolos tes praktik roda dua di Driving Test Center (SIM) C Polres Bekasi Kota.

Alhamdulillah akhirnya saya lulus, ujarnya, Kamis, 2 November 2023.

Awalnya Katerin gagal dalam tes latihan SIM C. Saat mengendarai sepeda motor di trek S, kakinya ambruk. Saat itulah kaki saya terpelintir, katanya.

Katerin menganggap tes latihan di lintasan huruf S itu mudah
bandingkan delapan contoh lintasan. Jalan delapan digit ini dinilai lebih sulit dilalui mobil dibandingkan jalan S. “Jalan S lebih memudahkan pengemudi dan tes SIM C bermanfaat,” ujarnya.

Tak hanya rutenya yang mudah, proses registrasi dan tes SIM pun cepat. “Saya mendaftar melalui aplikasi polisi Presisi dan Sinar (Lisensi Nasional Presisi), prosesnya mudah dan cepat,” kata Katerin.

Peserta tes praktik SIM C lainnya, Khairiyah mengaku lega saat dinyatakan lulus. “Dulu gagal, karena saat latihan saya menggunakan gigi satu, padahal seharusnya gigi dua,” ujarnya.

Menurut perempuan 35 tahun itu, cara S itu mudah
dibandingkan dengan menggunakan model delapan lintasan. Kepolisian Lalu Lintas Negara (Korlantas) mengubah metode tes SIM C menjadi numerik
delapan kali secara zigzag atau nanti dilingkari huruf S. Selain itu, lintasan latihan tes SIM C juga diperluas dari yang semula berukuran 1,5 kali lebar mobil menjadi 2,5 kali lebar mobil.

Perubahan tersebut merupakan perintah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Listyo memerintahkan pegawainya meninjau ulang proses pengajuan SIM, termasuk tes delapan digit dan zigzag agar tidak mempersulit pelamar.

Perubahan tersebut dibahas oleh Kepala Kepolisian Tanah Air, Posko Presisi. Kantor hukum bertugas memantau dan mengukur kinerja kepolisian mulai dari tingkat daerah hingga departemen dalam rangka melaksanakan program reformasi kepolisian nasional, yaitu Transparansi yang Prediktif, Bertanggung Jawab, dan Berkeadilan (Presisi).

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta praktik Surat Izin Mengemudi (SIM) C ditinjau ulang agar tidak mempersulit pemohon. Sejumlah kalangan dan polisi mengatakan, dari sekian banyak tes bermanfaat, ada dua yang menonjol, yakni perilaku zigzag pada angka delapan.

“Khusus untuk melakukan SIM, saya mohon kepada Kakorlantas mohon dilakukan perubahan. Nomor delapan masih sesuai atau tidak, yang namanya melintas zigzag masih sesuai atau tidak,” kata Jenderal Listyo Sigit saat acara wisuda Polri. Program sains di sekolah. Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Rabu 21 Juni 2023.

Baca Juga  Junta militer Niger buka pintu dialog dengan pemimpin agama Nigeria

Kepala Bidang Registrasi dan Identifikasi Divisi Lalu Lintas Polrestabes Kota, Ajun Komisaris Polisi Wahyu Safaro Sahron mengatakan, tes SIM ditingkatkan berdasarkan perintah Kapolri no. “Dari awal nomor delapan diubah jadi rem, lalu diputar huruf S, belok kanan dan kiri,” ujarnya.

Perubahan lintasan ini membuat persentase kelulusan ujian praktik SIM C menjadi 80-90 persen. Wahyu mengatakan, “Yang lain tidak lolos karena takut dan nekat.”

Polisi, kata dia, memberikan kesempatan bagi mereka yang gagal SIM untuk mengikuti tes kembali. Selain itu, Polrestabes Kota juga mengadakan program khusus yakni pekan pelatihan. Wahyu mengatakan, “Setiap hari Minggu dari jam 8 sampai jam 12, kami berlatih bersama guru dan gratis.”

Periklanan

Masyarakat menyambut positif pergantian petugas kepolisian dan tes SIM. Analisis
Kepuasan terhadap layanan tes SIM baru. Mereka menunjukkan 5,6 persen responden menyatakan puas dan 58,8 persen menyatakan puas. Hanya 4,7 persen responden yang menyatakan tidak puas.

Selamat tinggal Trek Delapan
Sebut saja namanya Sahroni yang berumur dua puluh lima tahun. Layanan ini merupakan layanan pengiriman produk. Sudah dua tahun SIM C habis masa berlakunya, tapi mati. Padahal setiap harinya harus menggunakan sepeda motor untuk membawa barang.

Warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ini sempat mengurus pembuatan SIM C baru di salah satu kantor Samsat di kawasan Polda Metro Jaya. Ketika dia membayar di konter, dia dipanggil ke tes berharga yang terdiri dari delapan digit dalam belitan atau zigzag. Hasilnya, “Saya gagal, saya tidak belajar,” kata Sahroni.
Dia kemudian bereksperimen di delapan jalur memutar. Meski berhati-hati untuk terus berlari, Sahroni kembali terjatuh.

“Latihan ini seperti pergi ke gym,” keluhnya.
Karena dia gagal dalam tes SIM sebanyak empat kali, dia diskors. Meski melanggar hukum, Sahroni nekat mengendarai sepeda motor tanpa SIM.

Karena aku harus bekerja, katanya. Keluhan serupa juga diungkapkan peserta tes SIM di berbagai lokasi di Indonesia. Kapolri Jenderal Lisyto Sigit Pramono kemudian memerintahkan pengusutan jalan nomor delapan dan berkelok tersebut. Menurut dia, bila tidak diperlukan akan segera diubah untuk menunjang pekerjaan.

Baca Juga  Polda Metro Jaya berjanji akan menjaga Idul Fitri 1445 H dengan penjagaan 24 jam

Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus mengatakan pengaduan masyarakat melibatkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit. Korlantas, kata dia, melakukan survei tes praktik mengemudi di seluruh Indonesia. “Kami menyikapinya dengan mengubah pola tes dari angka delapan dan zigzag menjadi lurus S,” ujarnya.

Menurut Yusri, perubahan tes dan pelayanan SIM ini merupakan bagian dari program singkat Kapolri, yakni meningkatkan kualitas pelayanan publik Polri.

Staf Korlantas juga menyediakan klinik pelatihan bagi peserta tes SIM.
Peserta diberikan pelatihan tentang keselamatan dan keselamatan berkendara serta peraturan lalu lintas. Instruktur memberikan pelatihan gratis kepada seluruh petugas polisi lalu lintas di Indonesia, kata Yusri.

Peningkatan lain yang dilakukan Korlantas, kata Yusri, adalah peralatan
perpanjangan SIM dan STNK melalui Sinar digital dan Signal yang terhubung dengan aplikasi polisi Presisi. Pengajuan perpanjangan SIM dapat memenuhi seluruh persyaratan pemrosesan dan fotografi digital. “Pagi mengajukan, sore SIM sudah bisa dimuat atau diunggah dengan aman,” ujarnya.

Satlantas Polri terus berupaya menciptakan kemajuan operasional dalam program Kapolri yang tertata rapi. Salah satunya, kata Yusri, adalah SIM ATM untuk perpanjangan SIM.

Nantinya, kata dia, pemohon harus menuju ke platform SIM ATM yang terhubung dengan Layanan Dukcapil. Pemohon kemudian mengisi data secara digital dan memindai wajah dan identitasnya, lalu SIM baru keluar langsung dari mesin, kata Yusri.

Selain kemudahan tes latihan SIM C, Jenderal Listyo Sigit juga punya
untuk memulai Presisi Super Apps dan aplikasi Presisi atau SIM Sinar Nasional. Super Apps Presisi merupakan utilitas publik berbasis digital yang terintegrasi dengan layanan kepolisian lainnya seperti SKCK, STNK, SIM Internet, pelaporan dan layanan lainnya.
Sedangkan Presisi Nasional atau Sinar SIM merupakan layanan pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi berbasis aplikasi secara online. Aplikasi ini memberikan kemudahan dalam pelayanan publik serta perpanjangan dan aktivasi SIM.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *