Temuan penelitian: Banyak penyakit yang bisa muncul karena kurang tidur

Uncategorized84 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Tidak ada waktu Tidur akan menyebabkan tubuh manusia mengalami banyak masalah kekebalan tubuh bahkan kehilangan konsentrasi.

Laporan dari Medis setiap hariSabtu, tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang memegang peranan penting bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia secara umum.

Meskipun jumlah tidur yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda berdasarkan faktor seperti usia, kebanyakan orang dewasa membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur per malam.

Orang dewasa mungkin membutuhkan lebih sedikit tidur, dan anak-anak serta remaja membutuhkan lebih banyak tidur.

Selain durasi, kualitas tidur juga penting. Sekalipun seseorang tidur tujuh sampai sembilan jam, jika dia tidur, dia akan lelah dan tertidur keesokan harinya.

Masalah tidur sendiri bisa disebabkan oleh faktor luar seperti kebisingan, cahaya atau gangguan tidur, obat-obatan, atau stres. Memiliki masalah tidur kronis dapat mengurangi durasi gerakan mata yang dalam dan cepat (REM).

Kapan kurang tidurbiasanya tubuh akan memberikan tanda.

Kurang tidur akan mempengaruhi kekebalan tubuh dan membuat orang lebih mudah terserang penyakit seperti pilek atau penyakit pernafasan. Kurang tidur kronis dikaitkan dengan penyakit serius, termasuk stroke, diabetes, serangan jantung, dan beberapa jenis kanker.

Kurang tidur beberapa jam setiap malam dapat berdampak signifikan pada daya ingat, konsentrasi, kreativitas, keterampilan motorik, dan kemampuan memecahkan masalah.

Hal ini terkait dengan berkurangnya fungsi kognitif, yang mempengaruhi penilaian, koordinasi, dan waktu reaksi. Kurang tidur dapat mengganggu keterampilan motorik seperti halnya minum terlalu banyak alkohol, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Kulit membutuhkan tidur untuk pulih dari kerusakan. Oleh karena itu, ketika seseorang kurang tidur, hal itu muncul di kulit.

Periklanan

Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu hormon dalam tubuh sehingga menyebabkan kulit rentan berjerawat. Kurang tidur juga dikaitkan dengan masalah seperti kulit kering, kusam, dan penuaan.

Baca Juga  Asosiasi bisnis AS dukung TikTok gugat larangan Montana

Penampilan mata: kurang tidur mempengaruhi mata berupa kemerahan, bengkak, lingkaran hitam dan kantung.

Selain itu, juga dapat menyebabkan bertambahnya kerutan, garis, kerutan, dan lipatan di sekitar mata.

Ada hubungan langsung antara kurang tidur dan penambahan berat badan. Terutama dua hormon yaitu ghrelin dan leptin yang mengontrol rasa lapar dan kenyang. Ghrelin merupakan hormon yang fungsinya meningkatkan nafsu makan, sedangkan leptin menandakan rasa kenyang.

Ketika tubuh tidak tidur nyenyak, kadar ghrelin meningkat dan leptin menurun, sehingga meningkatkan rasa lapar dan menurunkan rasa kenyang. Orang cenderung makan berlebihan dan mendambakan junk food serta makanan manis dan berkafein.

Pola makan yang tidak sehat ini turut berkontribusi terhadap penambahan berat badan, terutama di sekitar pinggang.

Kurang tidur dapat menyebabkan lekas marah, gugup, peningkatan stres, dan kelelahan mental. Studi menunjukkan bahwa kurang tidur meningkatkan risiko masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi.

Saat tubuh kurang istirahat, wajar jika tubuh merasa lelah. Hal ini juga dapat membuat orang merasa lelah dan tidak termotivasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Pilihan Editor: Tips aktivitas fisik saat puasa dari dokter olahraga



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *