Telusuri Pameran Mahasiswa ‘Black September’ di Gedung Sate: Tentang Pulau Rempang dan Dago Elos

Uncategorized196 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Ratusan mahasiswa berdemonstrasi bertema Black September di depan Gedung Sate, Kota Bandung, 29 September 2023. Presentasi siswa dia mengumumkan pelanggaran hak asasi manusia di negara yang disebut ‘September Hitam.

Ratusan mahasiswa dari 21 kampus di Jawa Barat. Mereka menjelaskan permasalahan di Pulau Rempang Dan Tetap bersama Elos.

Salah satu pengunjuk rasa dari Unpad, Iqbal Dimas Satrio, banyak mengungkapkan keprihatinannya atas pelanggaran HAM yang terjadi. “Pada masa pemerintahan Jokowi, pelanggaran HAM justru meningkat, bukan menurun. Yang terbaru di Rempang dan yang terdekat di Jabar terjadi di Dago Elos, kata Iqbal di Tempo, Jumat, 29 September 2023.

Saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, banyak polisi dan aparat keamanan yang memasang pembatas di area depan Gedung Sate. Selain itu, Jalan Diponegoro ditutup sementara.

Beberapa pengunjuk rasa mulai bersuara dan membuat lingkaran di depan Gedung Sate. Banyak juga warga yang terlihat berolahraga di Gasibu depan Gedung Sate sambil berbincang dan beraksi.

Koordinator Lapangan Aksi Mahasiswa Jabar Arya Pradana mengatakan, aksi ini membawa lima tuntutan utama. “Pertama, kami ingin Jaksa Agung mengusut kasus pelanggaran HAM berat sesuai UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM melalui jalur peradilan. Kedua, kami ingin Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat dibentuk. Perjanjian Integritas pada aktivitas manusia lainnya, di pihak masyarakat, dan dipahami untuk mendukung demokrasi dan hak asasi manusia,” kata Arya.

Selain itu, Ketua Pengurus Keluarga Mahasiswa Universitas Padjajaran (BEM Kema Unpad) yang turut serta dalam aksi demonstrasi juga menginginkan dan mengkritik penunjukan PJ atau Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin. “Bey Machmudin terpilih dengan cara yang tidak masuk akal dan tidak demokratis. Kami mahasiswa kecewa dia terpilih menjadi penjabat Gubernur Jawa Barat,” kata Haekal.

Baca Juga  4.8 Daerah Gempa Batu Banten, BMKG: Tidak ada laporan kerusakan

Massa aksi meminta agar Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menangani warga Dago Elos dan pedagang di pasar Banjaran yang mengalami kekerasan dan represi dari aparat dalam perselisihan tersebut. “Kami mohon kestabilan dari Gubernur Jabar Bey Machmudin untuk menyampaikan persatuan antar aparat yang beringas. Khususnya di Dago Elos, pedagang Pasar Banjaran, dan warga yang mengungsi serta Rempang,” kata Arya.

Selain mencari solusi pelanggaran hak asasi manusiaMassa aksi juga menuntut Pj Gubernur Bey Machmudin segera menyelesaikan persoalan sampah di Jabar.

Pilihan Redaksi: Tim MPR mengajak mahasiswa untuk berani menjadi pemimpin masyarakat



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *