Surat Putin kepada Ali Khamenei, mengutuk pemboman di Iran yang menewaskan 100 orang

Uncategorized395 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin mengutuk dua pemboman di kota Kerman. Iran. Ini memerlukan tindakan meledak di Iran ini seperti serangan teroris dan menyampaikan belasungkawa kepada pemimpin Iran pada Rabu 3 Januari 2024.

Menurut pernyataan Kremlin, Putin telah mengirimkan pesan kepada Presiden Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Ebrahim Raisi. Ia menyatakan simpatinya yang mendalam atas dampak buruk serangan teroris di kota Kerman.

“Pembunuhan warga sipil yang mengunjungi pemakaman sangat mengejutkan karena kebrutalan dan kebrutalannya,” kata Putin.

Rusia mengutuk terorisme dalam segala bentuknya dan menegaskan kembali komitmennya untuk memerangi terorisme tanpa kompromi, kata Putin dalam pernyataannya.

Pada hari Rabu, dua ledakan terjadi di dekat pemakaman Jenderal Qassem Soleimani yang terbunuh di Iran. Kedua ledakan tersebut menewaskan 103 orang dan melukai lebih dari 170 lainnya, menurut kantor berita IRNA dan kantor berita Fars.

Ledakan itu terjadi saat upacara memperingati pembunuhan komandan tertinggi Iran pada tahun 2020. Ada dua ledakan di lokasi di kota Kerman tempat mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam Qasem Soleimani dimakamkan, menurut laporan media pemerintah. Ratusan orang dilaporkan berkumpul di sana.

“Ledakan itu disebabkan oleh serangan teroris,” media pemerintah mengutip pernyataan seorang pegawai negeri sipil di provinsi Kerman.

Periklanan

Seorang pejabat pemerintah Iran menggambarkan ledakan itu sebagai serangan teroris. Media pemerintah tidak merinci siapa yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

“Tim kami merespons dengan cepat dan mengevakuasi korban luka, namun ada peningkatan jumlah orang yang menghalangi jalan,” kata Reza Fallah, kepala Bulan Sabit Merah di provinsi Kerman, kepada TV pemerintah.

Soleimani, mantan panglima militer Iran, tewas dalam serangan rudal AS selama kunjungannya ke Irak pada tahun 2020. Dia akan bertemu dengan Perdana Menteri saat itu Adil Abdul-Mahdi.

Baca Juga  Seorang pengamat menyebut Jokowi sangat durhaka dan kejam

XINHUA | Reuters

Pilihan Editor: Tiongkok memprotes Myanmar setelah peluru nyasar melukai lima warganya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *