Suap SAP Jerman, Menkominfo Budi Arie menyebut Presiden BAKTI saat itu sudah meninggal dunia.

Uncategorized255 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi buka suara soal dugaan suap yang dilakukan perusahaan asal Jerman, SAP, kepada pejabat Pusat Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informasi (BP3TI). BP3TI adalah nama lama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), sebuah lembaga di bawah Kominfo. Budi Arie mengatakan, pihaknya telah menugaskan Irjen Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengusut kasus tersebut.

“Saya sampaikan, keadaan itu sudah pernah dilaporkan ke saya. Karena itu terjadi (kejadian) tahun 2015 sampai 2018, namanya belum sampai ke BAKTI, namanya masih BP3TI,” kata Budi Arie dalam keterangannya dikutip Sabtu. 20 Januari 2024.

Kementerian Komunikasi dan Informatika, kata Budi Arie, mengatakan mereka melakukan reorganisasi dan perbaikan manajemen BP3TI ketika berubah menjadi Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Menurutnya, selain pengawasan yang dilakukan Inspektorat Jenderal, BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika menerapkan standar pengendalian kualitas yang tinggi dan disetujui, termasuk pencegahan penipuan atau penyalahgunaan hak.

Oleh karena itu, organisasinya mengalami perubahan dengan kepengurusan baru dan lebih baik lagi dari segi tata kelolanya, ujarnya.

Budi Arie menjelaskan, Pimpinan BP3TI periode 2015-2018 telah meninggal dunia. Meski begitu, ia menegaskan Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mendukung kerja aparat penegak hukum dan menghormati supremasi hukum di Indonesia.

“Jadi Dirutnya sudah meninggal. Tapi kalau saat itu ada penemuan di BP3TI, silakan diproses secara hukum. Kami tidak mencegah,” ujarnya.

Periklanan

Dugaan suap ini menambah daftar korupsi terkait BAKTI. Tahun lalu, banyak pegawai BAKTI yang terlibat Skandal korupsi BTS mendiang mantan Menteri Informasi dan Komunikasi Johny G. Plate.

Pada bulan Januari tahun ini, tiba saatnya Amerika Serikat mengumumkan gugatan SAP Jerman terhadap beberapa pekerja asing, termasuk yang berasal dari Indonesia. SAP adalah perusahaan perangkat lunak global yang berbasis di Jerman. Berdasarkan rilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Rabu 10 Januari 2024, SAP diduga memberikan imbalan kepada para pemimpin di Afrika Selatan dan Indonesia dengan memberikan uang, transfer uang, kontribusi politik pemerintah, dan terkadang barang mewah. Investigasi dilakukan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).

Baca Juga  Kapan Mahfud Md akan mengundurkan diri? Demikian gambaran kelompok Ganjar-Mahfud

Pada tahun 2015 hingga 2018, SAP oleh beberapa karyawannya diduga terlibat dalam rencana suap kepada karyawan Indonesia. Pejabat yang terlibat diyakini berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pusat Penyediaan dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi dan Informasi (BP3TI) di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

JOHN MAHARSO | NABIILA AZZAHRA

Pilihan Redaksi: Begini Kata OJK Soal Adanya 12 Bank Pelanggar UU KUR.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *