Seorang siswa berusia 14 tahun mengatakan bahwa orang dewasa menganiaya dia di Kediri, yang menyebabkan kematiannya.

Uncategorized133 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Melompat – A Siswa Seorang siswi pesantren di Kabupaten Kediri tewas dengan kondisi tubuh penuh luka. Korban yang berusia 14 tahun diduga mengidap penyakit tersebut penganiayaan yang dilakukan oleh empat orang tua di dalam gubuk.

Kejadian ini nyaris terungkap karena Pengasuh Pondok Pesantren Al Hanifiyyah PPTQ, Kabupaten Mojo. Melompat berdalih orang tersebut meninggal akibat terjatuh ke kamar mandi. Hal itu diungkapkannya saat membawa jenazah ke rumahnya di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Pengurus Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah, Gus Fatihunada mengaku belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi saat korban bernama Bintang Balqis Maulana meninggal dunia pada Jumat, 23 Februari 2024.

“Saat itu saya sedang tidur, dibangunkan oleh siswa yang menceritakan kejadian tersebut kepada saya. Informasi yang saya terima, Bintang meninggal di rumah sakit akibat terjatuh di kamar mandi, kata Gus Fatih saat ditemui di rumahnya, Senin 26 Februari 2024.

Mendengar hal tersebut, Gus Fatih langsung menghubungi keluarga korban dan mengabarkan bahwa Bintang meninggal karena sesak napas. Malam itu juga, ia membawa jenazah muridnya ke rumah duka di Banyuwangi bersama sejumlah pelajar lainnya.

Kondisi jenazah Bintang baru diketahuinya saat pihak keluarga membuka tutup jenazah. Korban diketahui banyak menderita luka, luka bakar, dan wajah yang terus mengeluarkan darah. Melihat hal tersebut, keluarga korban melaporkannya ke Polres Banyuwangi.

Mendapat laporan tersebut, Polres Banyuwangi dan Polres Kediri melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi di Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah. Akibatnya, korban mengaku meninggal akibat penganiayaan dan pemukulan yang dilakukan oleh siswa yang lebih tua.

Periklanan

“Ada empat orang yang kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji. Mereka adalah AF, 16 tahun, MA, 18 tahun, MN, 18 tahun, dan AK, 17 tahun.

Baca Juga  Top 3 Dunia: Reaksi Iran terhadap kematian Mousavi, keengganan Hamas untuk menyerah, dan biaya perang Israel.

Ia mengungkapkan, keempat mahasiswa tersebut diamankan di Polres Kediri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Soal motifnya, Bramastyo menyebut ada kesalahpahaman antara tersangka dan korban. Namun polisi akan mendalami motif pelaku dan saksi. Penyebabnya adalah adanya kesalahpahaman antara tersangka dan tersangka, masih harus kita dalami lebih dalam mengenai motifnya, kata Kapolres.

HARI TRI WASONO

Pilihan Editor: Seorang anggota TNI di Papua didakwa hukuman mati sejumlah 100.000.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *