Sebelum pemilu Pakistan, seorang kandidat independen ditembak mati

Uncategorized103 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Setidaknya dua orang, termasuk calon independen dari partai Tehreek-e-Insaf (PTI). Pakistan dipimpin oleh mantan PM Imran Khantewas dan sembilan lainnya luka-luka akibat kekerasan di garis depan pemilihan di Pakistan, menurut polisi.

Rehan Zeb Khan, seorang kandidat dari distrik Bajaur dan Khyber Pakhtunkhwa yang berbatasan dengan Afghanistan, ditembak mati oleh penyerang tak dikenal saat berkampanye pada hari Rabu, kata kepala polisi Rasheed Khan kepada wartawan.

Tiga pembantu Khan juga berada dalam kondisi kritis, katanya.

Ini merupakan pembunuhan kedua terhadap calon Imran Khan yang dipenjara bulan ini. Belum ada komentar mengenai serangan hari Rabu di daerah di mana militan Islam beroperasi di kedua sisi perbatasan.

Sementara itu, korban meninggal lainnya adalah pemimpin partai politik yang berkuasa di negara itu, Partai Nasional Awami (ANP). Inilah saatnya para malaikat yang mati di distrik Chaman, Balochistan, yang berada di Afganistan, adalah para malaikat yang mati.

Pekerja partai lainnya terluka dalam serangan itu, kata Presiden ANP Balochistan Asghar Achakzai.

Penyerang tak dikenal melemparkan bom ke kantor Partai Rakyat Pakistan (PPP) di ibu kota Balochistan, Quetta, melukai lima orang.

Periklanan

Insiden ini adalah yang terbaru dari serangkaian kekerasan di wilayah tersebut menjelang pemilu 8 Februari.

Sebuah kelompok PTI di distrik Sibi, provinsi Balochistan pada hari Selasa juga dibom, menewaskan empat orang, termasuk tiga anggotanya.

Kemudian seorang politisi tewas dan beberapa lainnya terluka dalam bentrokan antara pendukung PPP dan Gerakan Muttehida Quami di ibu kota komersial Karachi pekan lalu.

Pertemuan publik dan kantor beberapa partai di berbagai wilayah Pakistan telah diserang dalam beberapa pekan terakhir menjelang pemilu pada bulan Februari.

Baca Juga  KPK Tetapkan Mantan Direktur PT Amarta Karya Catur Prabowo sebagai Tersangka TPPU

Pilihan Editor: Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas tuduhan membocorkan rahasia negara.

Reuters



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *