Saya Sampai Bilang Pak Jokowi, Sudah Bubarin Aja

Uncategorized200 Dilihat

RedaksiHarian – Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri mengungkapkan rasa kesalnya pada Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ). Menurutnya, kinerja lembaga antirasuah tidak efektif sehingga lebih baik dibubarkan saja.

Kemarahan ini disampaikan dalam agenda sosialisasi buku Teks Utama Pendidikan Pancasila. Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) itu sampai mengakui sempat minta Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) untuk membubarkan KPK .

“Saya sampai kadang-kadang bilang sama Pak Jokowi , sudah deh, bubarin aja KPK itu Pak. Menurut saya nggak efektif. Ibu nih kalau ngomong ces pleng,” ujar Megawati, di Jakarta Selatan, Senin, 21 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

Dengan nada bicara semakin tinggi, Megawati mengatakan seharusnya KPK sering melihat ke bawah, turun langsung di masyarakat dan berantas koruptor sampai ke akarnya. Ia mengaku tak percaya jika KPK tidak mengetahui kebusukan para maling uang rakyat.

“Hayo kalian pergi lah kebawah, lihat noh rakyat yang masih miskin. Ngapain kamu (pejabat) korupsi akhirnya masuk penjara juga, bohong kalau nggak kelihatan (kejahatannya). Persoalannya penegak hukumnya mau tidak menjalankan hukum di Indonesia ini yang sudah kita buat, itu persoalannya, itu persoalannya” kata dia.

Sontak kalimat penuh penekanan dari Megawati bersambut riuh tepuk tangan audiens. Tak hanya ketidakefektivan dalam menolong rakyat menegakkan hukum, Megawati turut menceritakan perlakuan KPK yang tak mengenakan kepada dirinya.

Kejadiannya, kata Megawati, berlangsung ketika ia masih menjadi Presiden ke-5 RI, periode 23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004. Pada waktu itu dia bersitegang dengan KPK atas permasalahan 300.000 kasus kredit macet.

“Waktu saya crisis, kredit macet itu 300 ribuan, saya disuruh nangani, setelah itu KPK sudah ada yang saya bikin sendiri. Waktu itu KPK enggak percaya katanya mana mungkin 300 ribuan kredit macet itu digugat, (saya dituduh) malak pengusaha-pengusaha ini,” kata Megawati.

Baca Juga  Toyota Astra Motor menghadirkan produk Carbon Neutral di ajang GIIAS 2023

“Saya kira KPK (kalau mau nuduh) sini dong buktinya kalau saya malak, ini dunia modern, saya mau naruh uangnya di mana, emangnya dikarung?” kata dia lagi.

Megawati bahkan menyuruh para penyidik KPK supaya insaf dan membenahi kinerja yang selama ini dinilai tidak optimal, dalam penegakkan hukum.

Megawati Soekarnoputri berbicara soal kasus pembunuhan berencana Eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo terhadap Brigadir Yosua Nofriansyah. Dalam kasus itu, Sambo divonis hukuman mati namun disunat oleh Mahkamah Agung (MA) menjadi penjara seumur hidup.

“Lalu saya mikir hukum Indonesia itu hukum apa ya? Saya bukan orang hukum tapi saya bisa mikir. Sudah dua pengadilan yang tingkat apa itu namanya, pertama hukuman mati, kedua hukuman mati,” ujarnya di sela-sela acara Sosialisasi Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, pada Senin, 21 Agustus 2023.

“Masuk ke MA, eh kok pengurangan hukuman. Bagi saya, saya menghormati Mahkamah yang namanya Agung,” kata Megawati.

Megawati bercerita tentang pengalamannya saat Daerah Operasi Militer (DOM) Aceh. Menurutnya jatuh banyak korban dari kalangan prajurit. Sementara katanya, tidak ada korban jenderal.

Post Views: 17

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *