Proyeksi Satu Peta mengurangi 9 persen luas lahan yang mencapai 29,5 juta hektar

Uncategorized62 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Asisten Deputi Bidang Perencanaan Pertanahan dan Perekonomian Marcia Tamba mengatakan Peta Indikatif Tumpang Tindih Informasi Geospasial Tematik (PITTI) alias Kebijakan Satu Peta dapat meredam konflik pertanahan. Pada periode 2019 hingga 2023, penurunannya tercatat sebesar 9 persen.

“Ada penurunan sekitar 9 persen dari tahun 2019 ke tahun 2023,” kata Cia dalam Media Conference Satu Peta 2024 di Lapangan Banteng, Selasa, 2 April 2024.

Ia mengungkapkan, hasil kemitraan PITTI menunjukkan berkurangnya wilayah udara sendiri seluas 29,5 juta hektar di Indonesia. Hal ini merupakan dampak dari perumusan Perda RTRW Provinsi dan RTRW Kabupaten Baru, perubahan batas kawasan hutan dan perizinan.

Pada tahun 2019, ditemukan 40,6 persen lahan Indonesia atau 77 juta hektare terbukti terkontaminasi. Kemudian pada tahun 2023 setelah selesainya kebijakan sosial, tercatat luas kawasan transit berkurang menjadi sekitar 47 juta hektar.

Marcia mengatakan, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan terkait konsolidasi lahan. Pada tahun 2024, terdapat indikasi penurunan sekitar 8,6 persen. Meski begitu, intensitas konflik masih sangat tinggi.

“Konflik seperti ini mungkin masih ada, masih besar, ke depan kita akan fokus menyelesaikan konflik ini. Katanya, sekarang akan kita bahas secara detail untuk menyelesaikan masalah lain dan bersama-sama sekitar 47 hektar,” ujarnya.

Kemudian dalam Kebijakan Satu Peta, kata Cia, terdapat 3 Informasi Geospasial Tematik atau IGT terkait budaya kewilayahan.

Periklanan

“IGT yang kami kumpulkan dan Kebijakan Satu Peta adalah peta yang jelas, ada prinsip yang mengaturnya. Jelas siapa yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Perintah Map Group sendiri mengacu pada grup referensi geospasial, grup flag, grup database, dan grup geoportal. Dengan tujuan menjadi acuan yang akurat dan akuntabel dalam melaksanakan berbagai program dan mengembangkan kebijakan berbasis lahan. Selain itu juga dapat menjadi acuan bersama dalam merancang kebijakan terkait perancangan dan pemanfaatan ruang.

Baca Juga  Puncak acara Festival Gandrung Sewu digelar hari ini di Pantai Boom, Banyuwangi

Jenis prediksi ini memiliki empat fungsi utama. Pertama, menghimpun atau menghimpun IGT Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. IGT yang disusun merupakan peta 158 topik berdasarkan kontribusi terhadap rencana program Perpres Nomor 23 Tahun 2021.

Kedua, integrasi atau koreksi dan analisis IGT dan peta dasar Informasi Geospasial Dasar. Ketiga, korelasi yaitu korelasi antar IGT yang telah berkorelasi sempurna. Ini termasuk menyelesaikan masalah yang terjadi antar IGT.

Terakhir, berbagi data dan informasi geospasial melalui jaringan informasi geospasial nasional. Produk prakiraan dari peta terintegrasi dapat dibagikan melalui geoportal dengan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. Kedepannya IGT juga bisa mendistribusikan ke masyarakat secara mencicil.

Pilihan Redaksi: Jalan Pansela sebagai pilihan mudik, terbentang dari Pandeglang hingga Banyuwangi



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *