Profil Hasyim Asy’ari, Ketua KPU yang melanggar kode etik dengan menerima pendaftaran Gibran sebagai calon presiden.

Uncategorized135 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Presiden Komisi Pemilihan Umum atau Ketua KPU Hasyim Asy’ari mendapat teguran keras dari Dewan Kehormatan Pemilihan (DKPP). Hukuman itu dijatuhkan karena Hasyim melanggar kode etik dengan menerima pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai calon presiden dan ikut serta dalam proses pemilu.

“(Para terdakwa) terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu,” kata majelis hakim yang dipimpin oleh Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu DKPP Heddy Lugito, seperti yang disiarkan YouTube DKKP. Senin, 5 Januari 2024.

Dalam putusan yang sama, enam anggota KPU lainnya antara lain Yulianto Sudrajat, August Mellaz, Betty Epsilon Idroos, Idham Holik, Muhammad Afifuddin, dan Parsadanahap juga diprotes Demas Brian Wicaksono dengan nomor 135-PKE-DKPP/XII/2023. , Iman Munandar B. (Nomor 136-PKE-DKPP/XII/2023), PH Haryanto (Nomor 137-PKE-DKPP/XII/2023), dan Rumondang Damanik (Nomor 141-PKE-DKPP/XII/2023).

Hasyim dan anggota KPU didakwa menerima pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada 25 Oktober 2023. Menurut pelapor, hal itu dianggap melanggar hukum KPU 19 Tahun 2023 tentang Pemilihan Anggota Presiden dan Pemilihan Anggota KPU. Pemilu Presiden.

Para pelapor menilai Hasyim dan rekan-rekannya membiarkan Gibran melanjutkan penunjukannya tanpa ada perubahan yang diperlukan. “Hal ini jelas melanggar asas kepastian hukum,” kata pelapor sesuai keterangan tertulis DKPP.

Lantas, bagaimana profil Ketua KPU Hasyim Asy’ari yang dinilai melanggar kode etik? Inilah pesannya.

Profil Ketua KPU Hasyim Asy’ari

Hasyim Asy’ari adalah seorang guru dan pengajar. Ia bersekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panjunan, Kudus. Ia bersekolah di Madrasah Diniyah As-Salam hingga tahun 1988. Pada saat yang sama, ia bersekolah di SMPN 1 Kudus sebelum masuk SMA di SMAN 1 Kudus. Semasa SMA, Hasyim terpilih sebagai ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Baca Juga  Pada awal pekan, harga emas Antam naik seribu

Setelah Hasyim tamat sekolah, ia belajar agama di Pondok Pesantren Al-Hidayah Karangsuci, Purwokerto. Kemudian melanjutkan studi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan mengambil jurusan Hukum dan berhasil lulus pada tahun 1995.

Selain itu, Hasyim melanjutkan studi ke jenjang magister di Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Ia mengambil kursus ilmu politik dan lulus pada tahun 1998.

Selanjutnya Hasyim melanjutkan pendidikan untuk memperoleh gelar Ph.D (Doctor of Philosophy) bidang Sosiologi Sosial di Departemen Antropologi dan Sosiologi, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial, Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Ia lulus pada tahun 2012 dengan gelar doktor.

Selain menyelesaikan pendidikan hingga jenjang tertinggi, Hasyim memiliki pengalaman kerja yang luas. Beliau merupakan dosen Program Doktor Ilmu Kepolisian di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Republik Indonesia, Jakarta sejak tahun 2016.

Selain itu beliau merupakan dosen pada Program Studi Doktor Ilmu Sosial konsentrasi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dosen pada Program Studi Doktor Ilmu Hukum, dosen pada Program Studi Doktor Ilmu Hukum. dan dosen Hukum Universitas Diponegoro Semarang sejak tahun 2013 hingga sekarang.

Pengalaman Hasyim Asy’ari dalam pemilu

Sebelum menjadi Ketua KPU, Hasyim merupakan anggota KPU periode 2017-2022. Ia juga menjabat sebagai anggota sementara KPU pengganti kepengurusan periode 2012-2017 sejak 29 Agustus 2016. Ini merupakan rekor Hasyim di pemilu.

Periklanan

– Ketua Tim Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota Tahun 2017 se-Jawa Tengah, April-Mei 2016.

– Peneliti Ahli dan Penasihat Ahli Tim Penyusun “Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang

– Pemilu: Social Plan (Omnibus Law)”, Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan di Indonesia (Partnership for Reforming Indonesia Governance), Jakarta, (Januari-Mei 2015).

Baca Juga  Benarkah radiasi ponsel bisa menyebabkan tumor otak? Ini penjelasannya

– Konsultan Senior, Pakar Pendaftaran Pemilih dan Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Jakarta (Juli 2013-November 2014).

– Ketua Kelompok Pakar (Ketua Kelompok Pakar) Inisiatif Pendaftaran Pemilih KPU, Jakarta, (September 2011-Juni 2013).

– Seleksi Anggota Calon Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Pemilu 2014, Oktober 2012.

– Sekretaris Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Salah Satu yang menyeleksi Calon Peserta Pemilu 2014, Juli-September 2012.

– Penasihat Teknis Pemilu dan Reformasi Pemilu di Klaster Pemerintahan Demokratis, Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan di Indonesia, Jakarta, (Oktober 2008-Juni 2011).

– Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah (2003-2008).

– Sekretaris Presidium Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Pemilu 1999 Kabupaten Kudus (1998-1999).

RIZKI DEWI AYU | IKHSAN RELIBUN

Pilihan Redaksi: Pakar Hukum: Ketua KPU bisa dipecat karena terbukti tiga kali melanggar kode etik.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *