Profil Ferdinandus Hindarto, Rektor Tolak Video Ucapan Selamat kepada Jokowi: Pernah Bekerja di PSSI, Loyalis UGM

Uncategorized114 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Mulai menangis Rektor Universitas Katolik atau Unika Soegijapranata Pemerintah Kota Semarang mendapat permintaan dari seseorang yang mengaku polisi untuk membuatkannya video berkat kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Permintaan ini dilakukan melalui pesan pada Jumat, 2 Februari 2024, namun ditolak. Kesaksian Ferdinandus Hindarto, sang penguasa, langsung menyedot perhatian publik.

Hal itu terjadi di tengah beredarnya video pimpinan universitas di Jawa Tengah yang mengungkapkan rasa syukur tersebut. Video-video tersebut sepertinya mencerminkan kritik terhadap Jokowi dari para profesor dan civitas akademika di berbagai bidang lainnya.

Sementara itu, Fernandus mengaku menolak permintaan pembuatan video tersebut karena tidak memenuhi standar universitas. Menurutnya, Unika Soegijapranata Kota Semarang sebelumnya bersama 26 anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTKI) menyampaikan pernyataan keprihatinannya terhadap keadaan demokrasi Indonesia.

TEMPO merangkum profil dan kiprah Rektor Unika Soegijapranata Kota Semarang periode 2021-2025. Dari wawancara mengatakan bahwa terpisah.ac.idFerdinandus yang lahir dari masa Universitas Gadjah Mada atau UGM mengaku setia dengan kampus.

Ferdinandus pertama kali mengenyam pendidikan tinggi di UGM sebagai mahasiswa S1 di Jurusan Psikologi, dan berlanjut hingga memperoleh gelar doktor di UGM juga, dengan jurusan yang sama.

Setelah lulus dari UGM, Ferdinandus bergabung dengan Unika Soegijapranata Kota Semarang pada tahun 1996, tepatnya 28 tahun lalu. Mengawali karir di sekolah ini sebagai kolumnis majalah sains, kemudian mengelola KKN dan Wakil Rektor III, selama sepuluh tahun.

Periklanan

Perjalanan karir Ferdinandus tidak hanya sebatas di dunia kampus. Ia juga bekerja di organisasi non kampus seperti Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI. Ia telah aktif di sepak bola Indonesia sejak tahun 2006, dimulai sebagai manajer klub sepak bola kampus Unika FC dan berlanjut sebagai psikolog Divisi Utama PSIS.

Baca Juga  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Azwar Anas membantah pejabat honorer dicopot dari jabatannya pada bulan ini.

Pada tahun 2011, Ferdinandus dipercaya menjadi Ketua Harian Pengurus Cabang PSSI Kota Semarang, periode 2011-2015. Ia juga pernah menjadi anggota Panitia Pemilihan PSSI 2014-2015. Kemudian sebagai Psikolog Timnas U-19 Piala AFF 2016 dan Direktur Bisnis PSSI Semarang 2018-2019.

Karir Ferdinandus tidak berhenti di Business Director, ia ditugaskan menjadi General Manager PSIS Semarang musim 2012-2013. Ini merupakan jabatan terakhirnya di dunia sepak bola sebelum menjadi Rektor Unika Soegijapranata.

Ferdinandus dilantik sebagai Rektor Unika Soegijapranata periode 2021-2025, pada 31 Agustus. Saat memimpin Unika Soegijapranata, ia mengusung gagasan tersebut mengobarkan kemanusiaan atau berpaling kepada manusia.

Pilihan Editor: Profesor dan Mahasiswa Banyak Sekolah Kritik Jokowi, Ini Daftarnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *