Polemik Sudirman Said dan Ahmad Ali, PKS sepakat melakukan pembicaraan dengan ketiga calon tersebut.

Uncategorized278 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Mabruri menanggapi polemik tersebut ujar Sudirman Dan Ahmad Ali tentang komunikasi antar anggota partai lainnya. Menurut dia, PKS menilai perlu dilakukan proses komunikasi seperti itu dengan ketiga anggota DPR dan Presiden.

“Kalau PKS beda idenya, karena calon presiden ada tiga jalur, tentu ada komunikasi dengan ketiganya. Berbeda dengan Pilpres dua waktu lalu yang hanya ada dua jalan,” kata Mabruri. saat dihubungi. Untuk waktu yang lamapada hari Senin, 1 Januari 2024.

Menurut dia, karena ada tiga pasangan yang bersaing di Pilpres 2024, maka diskusi dengan ketiga pasangan presiden dan wakil presiden serta anggota calon presiden mana pun akan terjalin dengan baik.

Jangan khawatir dengan langkah Sudirman

Mengingat setelah pilpres akan ada pemilihan pimpinan daerah. “Jadi tidak mungkin kita tidak berkomunikasi,” kata Mabruri. Dia menjelaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan hubungan Sudirman dengan calon presiden lainnya.

Namun, dia menjelaskan, di sisi lain ada tim yang fokus meraih kemenangan dan menyatukan kembali negara atau Timnas Anies-Muhaimin. Di antara anggota Bangsa Amin terdapat orang-orang yang bertugas berkomunikasi dengan anggota lainnya. Ada juga sekelompok orang yang bekerja di lapangan.

Menurutnya, mereka adalah ujung tombak yang berupaya menggalang dukungan, terutama dari kalangan pemilih, termasuk mereka yang masih ragu-ragu (kandidat) menentukan pilihan presiden dan wakil presiden. “Untuk menentukan pilihan kedua calon tersebut akan terlebih dahulu,” ujarnya.

Sebelumnya, sempat terjadi konflik antara Ali, Wakil Presiden NasDem, dan Sudirmancabang Tim Nasional Anies-Muhaimin. Hal ini berkaitan dengan upaya komunikasinya dengan calon presiden lain pada kampanye pemilu 2024.

Kubu Sudirman mendukung peluang Anies untuk berbicara dengan calon presiden lainnya. Sementara kubu Ali menentang dan memilih menutup peluang komunikasi antar kandidat lainnya.

Baca Juga  KPU maknai HUT RI sebagai kebebasan memilih pemimpin bangsa

Periklanan

Dalam keterangan resminya, Sudirman mengaku tak paham mengapa sikap Ali yang menjabat sebagai Pelatih Kepala Timnas Amin itu tidak pantas. Sudirman mengaku tidak yakin perkataan dan tindakan Ali mewakili tindakan dan kebijakan kelompok.

Mabruri tak menjawab saat ditanya soal langkah Sudirman membangun komunikasi antar calon presiden dari partai lain baik secara personal maupun melalui pertemuan dengan partai sekutu. Namun, Mabruri mengatakan, sejak awal terbentuknya Tim 8, Sudirman lah yang memimpin komunikasi dengan anggota tim lainnya.

“Karena dia dari awal bersama tim Anies, sebelum aliansi terjalin. Karena dia sudah lama bersama Anies, dia sudah hafal cara komunikasi Anies, jadi menurut saya lebih baik ngobrol dengan yang lain. kata Mabruri. “Yang penting tujuannya adalah yang terbaik bagi kedua partai yang terpilih.”

Grup 8 merupakan gabungan Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS. 8 kelompok dibentuk untuk mengkampanyekan mantan Gubernur DKI Jakarta sebagai calon presiden 2024-2029. Partai tersebut bubar ketika Demokrat keluar dari partai. Kepergian Demokrat usai terpilihnya Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden Anies.

Terkait polemik Sudirman dan Ali, Mabruri mengatakan belum ada pertemuan khusus yang membahas perbedaan pendapat antara kedua orang tersebut. Mereka kaget karena muncul berbagai isu terkait perbedaan antara Sudirman dan Ali.

“Kemarin ada berita yang muncul di media, jadi agak riuh, setelah Pak Ahmad Ali minta maaf, selesai. Insya Allah ini akan terjadi. Mulus lagi,” kata Mabruri.

Pilihan Redaksi: Menanggapi komentar Sudirman Said dan Ahmad Ali, PKS: Tidak ada perbedaan tajam.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *