Petani minta PG Assembagoes Situbondo segera menaikkan rendemen tebu

Uncategorized242 Dilihat

RedaksiHarian – Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Cabang Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur meminta Pabrik Gula (PG) Assembagoes menaikkan rendemen atau kandungan gula dalam batang tebu menjadi 8 persen karena berdampak bagi pendapatan petani.

“Kami mewakili petani tebu sudah waktunya rendemen dinaikkan karena seperti PG Pandjie (Situbondo) dan PG Prajekan (Bondowoso) rendemennya sudah di atas 8 persen, sedangkan PG Assembagoes masih 7,3 hingga 7,6 persen,” kata Sekretaris APTR Cabang Kecamatan Asembagus, Situbondo, Herman Fauzi, di Situbondo, Senin.

Menurut dia, manajemen PG Assembagoes sudah waktunya menaikkan rendemen tebu menjadi 8 persen atau lebih, karena hal itu berdampak kepada pendapatan petani tebu.

Pertimbangan pabrik gula menaikkan rendemen tebu, kataFauzi, karena kualitas kandungan gula dalam tebu petani saat ini lebih baik dan rata-rata tanaman tebu petani sudah optimal atau matang.

“Selain itu, juga karena cuaca selama ini sangat mendukung, sehingga kematangan tebu lebih baik dan didukung pula giling tebu di PG Assembagoes lancar tidak ada kendala,” ujar dia.

General Manajer PG Assembagoes Situbondo Mulyono mengatakan bahwa pabrik gula belum bisa mengambil keputusan untuk menaikkan rendemen, karena bahan baku di wilayah PG Pandjie dan PG Prajekan tidak bisa disamakan dengan tebu rakyat yang ada di wilayah PG Assembagoes.

“Untuk rendemen kami efisiensi dari mutu bahan baku tebu, seperti awal-awal PG Asembagoes giling rendemen kan bagus sedangkan saat ini kami melihat ada tebu yang kering masuk PG dan kami harus menyelesaikannya, bahkan ada tebu yang terbakar sampai dua minggu baru digiling, inilah yang harus dipahami bersama,” ujarnya.

Mulyono menambahkan, dalam catatan harian PG Assembagoes mengenai rendemen rata-rata mutu bahan baku bagus bisa mencapai 7,6 hingga 7,8 persen.

Baca Juga  Bappenas berupaya tempatkan isu perubahan iklim dalam perencanaan

“Jadi untuk sementara kami belum bisa menaikkan rendemen, karena melihat mutu bahan baku tebu yang digiling masih ada yang kering. Tapi kami optimis ke depan rendemen bisa naik,” ujar Mulyono.

Post Views: 1

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *