Perolehan Suara Pilpres di TPS Banyuwangi Salah, KPU: Informasi Ini Akan Dikoreksi

Uncategorized107 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Pasuruan – Pemungutan suara digital untuk pemilu 2024 menggunakan aplikasi Sirekap yang dimuat di laman real count KPU atau PANGGILAN kesalahan telah ditemukan. Hal ini terlihat dari perbedaan ketersediaan suara yang dicatat secara manual pada Formulir C1 Plano yang diunggah pada kolom ketersediaan suara.

Misalnya saja perolehan suara Pilpres di beberapa TPS di Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Ada perbedaan perolehan suara ketiga calon presiden dan wakil presiden.

Di TPS 026 Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, Capres 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memperoleh 652 suara, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 32 suara, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md 29 suara. Setelah dilakukan pengecekan formulir C-1 Plano yang diunggah petugas KPPS di situs yang sama, pasangan Prabowo-Gibran memperoleh 152 suara, Anies-Muhaimin 32 suara, dan Ganjar-Mahfud 19 suara.

Ada selisih 400 suara untuk Prabowo-Gibran dan 10 suara untuk Ganjar-Mahfud.

Hal serupa juga terjadi pada suara Anies-Muhaimin. Misalnya saja di TPS 015 Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Dalam statistik KPU sebenarnya, tercatat Anies-Muhaimin memperoleh 507 suara, Prabowo-Gibran 88 suara, dan Ganjar-Mahfud 24 suara.

Setelah dilakukan pengecekan formulir C-1 Plano, Anies-Muhaimin memperoleh 107 suara atau selisih 400 suara. Sedangkan perolehan suara Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud bulat.

Periklanan

Kesalahan entri data perolehan pemilih capres dan tiga cawapres di website KPU hingga Minggu 18 Februari 2024 belum terupdate.

Aplikasi Sirekap sendiri memiliki optical recognition (OCR) dan Optical Mark Recognition (OMR) untuk membaca pola atau bentuk serta teks dan angka pada file atau dokumen yang diunggah, termasuk yang berasal dari tulisan tangan. Hasil literasi disajikan dalam bentuk teks atau data numerik. Perbedaan suara diduga disebabkan oleh kesalahan input atau pembacaan.

Baca Juga  Kasus Romi digantung tetangganya di Depok masih menunggu hasil visum

Menanggapi kesalahan tersebut, Komisioner KPU Kabupaten Banyuwangi Bidang Perencanaan, Data dan Informasi, Eko Sumanto mengatakan, masyarakat dapat melaporkan kesalahan tersebut kepada bagian tata usaha yang membidangi website KPU. “Laporkan ke pengelola untuk diperbaiki,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan di media sosial, Minggu.

Eko mengingatkan, pemulihan yang diakui dalam undang-undang adalah pemulihan manual yang berjenjang mulai dari KPPS, PPS, PPK, KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi, dan KPU Pusat. “Sirecap hanya sekedar alat. Sesuai undang-undang, penyampaian manualnya (sebagai acuan),” ujarnya.

Pilihan Editor: Protes pemilu lokal di Depok ditunda



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *