Pencarian bangkai kapal di perairan Selayar diperpanjang, delapan belas penumpang belum ditemukan.

Uncategorized147 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Makassar memperluas pencarian korban kapal itu tenggelam Yuiee Jaya II hingga Kamis 21 Maret 2024. Sejauh ini masih ada penumpang yang belum terlihat.

Direktur Basarnas Makassar, Mexianus Bekabel, dalam proses pencarian pada Selasa 19 Maret 2024, tim kembali menemukan satu jenazah di perairan Takabonerate.

Tim SAR gabungan, kata dia, telah menemukan satu orang tewas yang ditemukan mengambang di air. Setelah menjelaskan banyak hal, dia menunjukkan kepada kita bagaimana Kristus itu. Radius deteksi dari Posko Kayuadi adalah 85 kilometer laut atau 7 jam perjalanan.

Hingga Selasa 19 Maret malam, pencarian awak kapal yang tenggelam pada Sabtu 9 Maret 2024 dini hari sudah memasuki delapan hari. “Pencarian ini akan berlanjut,” kata Mexianus.

Proses pencarian akan dilakukan menggunakan RIB Kamajaya, RIB Pos Sar Selayar, kapal nelayan, dan personel TNI yang berpatroli di sungai Kayuadi. Hingga saat ini, korban kecelakaan kapal Yuiee Jaya II berjumlah 12 orang selamat, meninggal dunia 5 orang, dan masih dalam pencarian 18 orang.

Sementara OSC (On Scene Coordinator), Andi Sultan menambahkan, jika mengikuti standar operasional prosedur (SOP), pencarian korban akan memakan waktu tujuh hari. Namun, dalam banyak pengamatan karena banyak yang tidak terlihat, area pencarian diperluas.

“Pekerjaan SAR telah diperpanjang,” kata Sultan.

Periklanan

Saat ini terdapat 3 SRU (Search Rescue Unit) yang melakukan pencarian di beberapa wilayah yang terbagi dalam tiga wilayah, dan pencarian diperluas hingga 147 nautical mile (NM).

Divisi I (Rib Pos SAR Selayar) berangkat dari Pulau Jinato untuk melakukan penelitian di Kawasan Taman Nasional Takabonerate. Kemudian seksi II (perahu nelayan) dari Pulau Rajuni untuk pencarian di sekitar Kawasan Taman Nasional Takabonerate dan seksi III (KN SAR Kamajaya) dari Pulau Jampea menuju sisi timur Taman Nasional Takabonerate.

Baca Juga  BMKG menyebutkan Anggrek Siklon telah meninggalkan wilayah Indonesia

Ia menambahkan, “Kami akan mengintensifkan pencarian, kemungkinan orang tersebut dapat ditemukan.”

Yuiee Jaya II merupakan kapal feri rute Muara Baru-Jakarta, kapal itu tenggelam ketika mencari perahu ke Lombok. Kapal tersebut tenggelam di perairan Selayar, Sabtu dini hari 9 Maret 2024, akibat cuaca buruk.

Pilihan Editor: Kereta Putri Deli Mendobrak Pintu Kereta Mendobrak: Pengemudi Mendorong, Pengemudi Berlari



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *