Pemprov DKI sebut penyebab buruknya kualitas udara dipicu kemarau

Uncategorized188 Dilihat

RedaksiHarian – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Asep Kuswanto menyebut penyebab buruknya polusi udara di Ibu Kota dalam beberapa bulan terakhir karena musim kemarau.”Memang Juli hingga September biasanyamusim kemarau sedang tinggi-tingginya. Sehinggaberakibat pada kualitas udara menjadi kurang baik,” kata Asep saat konferensi pers di Gedung Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Jakarta Timur, Jumat.Terkait hal itu, Asep mengatakan sudah menyiapkan tiga strategi untuk mengendalikan polusi udara yaknipertama,melaluikebijakan dan regulasi.Kedua, pengurangan emisi pencemaran udara salah satunya dengan menggencarkan uji emisi dan penggunaan transportasi umum.

Terakhir,mengeluarkan imbauanagar warga mengecek kondisi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar melalui aplikasiJakarta Kini (JAKI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).Untuk poin dua, jelas Asep, Dinas LH se-Jabodetabek sudah menandatangani komitmenuntuk mengurangi pencemaran udara dengan melakukan uji emisi kendaraan.”Kami juga mengimbau wargamelakukan upaya-upaya preventif (pencegahan) untuk mengurangi dampak misalnya dengan menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar, dan sebagainya,” ucap Asep.Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan kualitas udara cenderung naik saat musim kemarau, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.”Hal lain yang menarik dan perlu dicermati bahwa kondisi kualitas udaranya itu ada siklus harian pada saat malam hari, dini hari, lepas pagi cenderung lebih tinggi daripada siang hingga sore itu karena ada siklus harian,” kata Sena.Selain itu, fenomena lainnya yakni lapisan inversi di wilayah perkotaan saat musim kemarau menyebabkan kecenderungan udara cenderung lebih dingin di lapisan bawah, ucap Ardhasena.”Hal itu yang juga penjelasan mengapa di Jakarta itu kelihatan keruhdi bawah dibanding di atas, di mana perkotaan kita hidup bersama,” ujar Sena.

Baca Juga  PSBS Biak Promosi ke Liga 1 Musim Depan, Pintu Terbuka Bagi Pemain Papua

Post Views: 2

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *