Peluang aliansi PDIP-PKS dan kerja sama dengan Anies di Pilkada 2024

Uncategorized36 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta -Politisi Ray Rangkuti mengatakan, tidak ada kendala besar bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjalin kemitraan dalam pemilihan kepala daerah atau pemilihan kepala daerah. PDIP dan PKS dinilai sulit berserikat karena pandangan dan pendiriannya dianggap saling bertentangan.

Meski demikian, Ray menyebut perbedaan ideologi keduanya bukan menjadi kendala untuk membentuk partai di pilkada. Ia juga mengatakan, PDIP dan PKS tidak mungkin keluar dari partainya jika membentuk partai.

“Ini adalah dua partai yang mempunyai opini kuat di Indonesia dan secara umum pemilihnya kuat. Artinya, pemilihnya akan mendukung apapun keputusan yang diambil partai tersebut,” kata Ray saat dihubungi. Untuk waktu yang lamaSabtu, 15 Juni 2025.

Lingkar Madani mengatakan perbedaan ideologi kedua partai tidak akan mempengaruhi kuatnya pemilih mereka. Apalagi, kata Ray, keduanya punya “musuh” yang sama yakni politik Dinasti Joko Widodo, khususnya di Pilkada Jakarta. Putra Jokowi, Kaesang Pangarep, diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai gubernur di Jakarta.

Ray mengatakan kemajuan Kaesang tidak akan mengecewakan basis elektoral di Jakarta yang saat ini terpecah antara PKS dan PDIP. Terbukti, PKS menjadi partai teratas pada pemilu DPRD 2024, sedangkan PDIP di peringkat kedua.

Menurutnya, hubungan PDIP dan PKS bisa lebih dari sekadar kerja sama dengan Anies Baswedan. Ray menjelaskan, pengalaman Pilgub DKI 2017 membuat pemilih PDIP sulit menerima Anies. Ray mengungkapkan, konflik kedua partai tersebut baru terjadi pada Pilgub Jakarta 2017 lalu.

Periklanan

PKS dan PDIP, kata dia, berkoalisi di beberapa pilkada. “Mereka bawa dulu Pak Jokowi ke Solo. Pendukung Pak Jokowi itu PDIP, PKS dan masih banyak lainnya dan tidak ada masalah. Kata Ray, kita terpukul karena kasus Jakarta.”

Baca Juga  KPK Tetapkan Mantan Direktur PT Amarta Karya Catur Prabowo sebagai Tersangka TPPU

Direktur Politik PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan aliansi PDIP dengan PKS di pilkada tidak akan membuat partainya membelot. Kepala Direktorat Strategi, Visi-Misi dan Narasi Debat PDIP Pilkada 2024 ini mengatakan, komposisinya benar-benar cair dan saling memahami.

“Siapa bilang konstituennya keluar? Konstituen dan akarnya kini makin banyak air. Kita bisa saling memahami,” kata Andreas menanggapi pesan tersebut. Untuk waktu yang lamaSabtu, 15 Juni 2024.

Namun Andreas belum bisa memastikan sejauh mana kemungkinan PDIP bisa berkoalisi dengan PKS pada Pemilu 2024. “Kita lihat perkembangannya ke depan,” kata politikus PDIP kelahiran Maumere itu.

Pilihan Redaksi: Cara Pendaftaran Mahasiswa Baru UGM Jalur SNBT, Ini Berkas yang Perlu Dipersiapkan.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *