PDIP Dukung Beasiswa Hak Bertanya Hingga 100 Halaman, Apa Isinya?

Uncategorized105 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Wakil Presiden nomor urut 03, Mahfud MD, mengatakan rencana tersebut hak untuk bertanya Terkait dugaan kecurangan pemilu 2024, persiapannya dilakukan secara serius. Ia mengatakan, naskah akademik hak bertanya sudah siap.

Naskah akademis Hak Bertanya Soal Dugaan Kecurangan Pemilu 2024 ini disusun pakar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sepanjang 100 halaman.

“Saya membaca bahwa kuesioner ini penting dan telah diisi. Mahfud, Jumat 8 Maret 2024 mengatakan, “Saya mendapat naskah akademis yang sulit, lebih dari 75 halaman, itu yang saya baca.

Senada, Calon Presiden 03 Ganjar Pranowo juga menyebut penyusunan naskah tersebut menunjukkan pentingnya PDI Perjuangan mengeluarkan kewenangan mengusut kecurangan pemilu.

Ia tak ikut menyusun naskah tersebut karena merupakan urusan rekan-rekannya di DPR. Saya memberi masukan, kata Ganjar Untuk waktu yang lama di rumahnya di Yogyakarta, Jumat 8 Maret 2024.

Artikel akademis yang dibuat PDIP menunjukkan berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, saat, dan pasca pemilu. Isinya mulai dari daftar penyalahgunaan wewenang Presiden Joko Widodo, kementerian, hingga penyelenggara pemilu dan mengalahkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Periklanan

Naskah akademis juga memuat banyak aturan sebagai acuan pelanggaran. Misalnya UU Pemilu, UU Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan UU Pemerintahan Daerah.

Lantas, apa saja bukti kecurangan Pemilu 2024 yang tertulis dalam teks pertanyaan akademik DPR yang benar?

Baca artikel ini selengkapnya Majalah Tempo Edisi minggu ini ada di sini:

Apa bukti kecurangan pemilu dan kewenangan angket DPR



Quoted From Many Source

Baca Juga  Polandia akan kerahkan 10.000 tentara ke perbatasan dengan Belarus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *