Partai Demokrat menyerahkan pertanyaan kandidat kepada Prabowo Subianto

Uncategorized187 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Ketua Umum Badan Pembinaan Kader DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan partainya menyerahkan keputusan tegas calon presiden. Prabu Subianto. Demokrat menyatakan dukungannya terhadap Prabowo dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta Convention Center, Senayan, hari ini, Kamis, 21 September 2023.

“Itu (penentuan siapa yang jadi wakil presiden) kita serahkan pada Prabowo,” kata Herman kepada Tempo di konvensi nasional Partai Demokrat.

Herman mengatakan timnya tidak membahas soal Wapres Rapimnas malam ini, hanya membicarakan Bacapres. “Di sini kami mengumumkan siapa yang akan mencalonkan diri sebagai presiden,” ujarnya.

Herman tak mau berkomentar banyak soal peluang Menteri BUMN dan Presiden PSSI, Eric TohirUntuk mendampingi Prabowo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Herman mengaku akan menyerahkannya kepada pimpinan partai dan koalisi.

Katanya, “Itu akan diserahkan kepada pimpinan partai di kelompok itu.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Jansen Sitindaon tersenyum ketika ditanya apakah partainya akan mengusung pengganti Prabowo.

“Nanti,” kata Jansen bersamaan.

AHY mengumumkan dukungan Demokrat terhadap Prabowo

Periklanan

Mula-mula Ketua Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyatakan dukungan partainya terhadap Prabowo Subianto pada Rakornas.

Menjelang Musyawarah Nasional Partai Demokrat, di Jakarta Convention Center, saya, Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat, secara terbuka mengumumkan dan mengumumkan Pak Prabowo Subianto sebagai calon Presiden Republik Indonesia pada Pilpres 2019. Pemilu 2024,” kata AHY dalam sambutannya.

Partai Demokrat pernah mendukung Anies Baswedan

Pengesahan itu diberikan setelah Partai Demokrat keluar dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan seperti Bacapres. Demokrat frustrasi karena Anies dan NasDem dianggap tidak menepati janji untuk mewujudkannya. AHY sebagai calon wakil presiden. Anies dan NasDem sebenarnya memilih Ketua Umum Partai Penulis Nasional (PKB) Muhaimin Iskandar.

Baca Juga  AS melancarkan serangan di Irak dan Suriah, hampir 40 orang dilaporkan tewas

Muhaimin awalnya masuk dalam jajaran pendukung Prabowo Subianto. PKB dan Gerindra sepakat membentuk Kemitraan Kebangkitan Indonesia Raya (KIR). PKB mendorong Muhaimin menjadi suksesor Prabowo, namun Gerindra sepertinya lebih memilih orang lain.

Peluang Muhaimin berteman dengan Prabowo Subianto mengecil ketika Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung di partai tersebut. Golkar mengusung Ridwan Kamil sebagai calon presiden, sedangkan PAN mengusung Erick Thohir. Banyak lembaga penelitian yang menyebutkan keduanya memiliki potensi lebih tinggi dibandingkan Muhaimin. Belakangan, nama grup tersebut diubah menjadi Koneksi ke Indonesia tinggi.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *