OJK mengumumkan berakhirnya stimulus restrukturisasi kredit Covid-19 hari ini

Uncategorized127 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta Otoritas Pengawas Keuangan (OJK) menyatakan proses reformasi kredit perbankan dampak Covid-19 berakhir hari ini, Minggu, 31 Maret 2024.

Menurut OJK, industri perbankan siap menghadapi berakhirnya kebijakan tersebut.

Berakhirnya kebijakan ini sejalan dengan pemulihan situasi epidemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah pada Juni 2023 dan dengan mempertimbangkan perekonomian Indonesia yang sudah pulih dari dampak penyakit tersebut, termasuk situasi aktual regional, katanya, kata presiden perusahaan itu. Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 31 Maret.

OJK menilai restrukturisasi kredit yang dilakukan sejak awal tahun 2022 telah memberikan manfaat bagi banyak peminjam, khususnya pelaku UMKM. Insentif restrukturisasi kredit merupakan bagian dari kebijakan tersebut bersifat countercyclical dan ini adalah kebijakan yang sangat penting (kebijakan pertanahan) dalam menunjang kinerja debitur, perbankan dan perekonomian pada umumnya agar tidak sakit-sakitan.

Mahendra mengatakan, “OJK menilai posisi perbankan Indonesia saat ini memiliki stabilitas yang kuat dalam menghadapi kondisi perekonomian, didukung oleh tingkat permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan manajemen risiko yang baik,” kata Mahendra.

Mahendra mengatakan, hal ini juga didorong oleh pemulihan ekonomi yang terus berlanjut, pertumbuhan terkendali dan investasi yang meningkat. Untuk itu, Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2023 diterbitkan pada Juni 2023 yang menyatakan bahwa situasi penyakit Covid-19 di Indonesia telah berakhir, dan aktivitas perekonomian masyarakat meningkat.

Berbagai tayangan pada Januari 2024, lanjut Mahendra, menunjukkan perbankan Indonesia aman. Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) yang berada pada level 27,54 persen, situasi likuidasi ditunjukkan dengan Rasio Cakupan Likuiditas (LCR) sebesar 231,14 persen pada Alat Likuid/Deposito non-inti (AL/NCD) sebesar 123,42 persen, dan margin keuntungan. OJK juga berharap hal ini dapat memberikan pengurangan risiko yang kuat di tengah situasi perekonomian global yang tidak menentu.

Baca Juga  Ya Memang, Rakyat kan Makan Nasi

“Saat ini credit rating masih dijaga di bawah Gerbang “5 persen, yaitu NPL Gross sebesar 2,35 persen dan NPL Net sebesar 0,79 persen,” kata Mahendra.

Pilihan Redaksi: Jelang Lebaran 2024, Banyak Toko yang Gelar Midnight Sale: Diskon Hingga 80 Persen



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *