Obat Kuat Bukan Obat terlarang yang dikonsumsi Nafa Urbach, bagaimana syarat penggunaannya?

Uncategorized207 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, JakartaNafa Urbach Polisi menangkapnya karena diduga menggunakan narkoba di sebuah kafe di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Saat diwawancarai polisi, aktor yang terjun ke dunia politik itu mengungkapkan bahwa ia mengonsumsi obat tersebut tanpa surat keterangan dokter.

Nafa Urbach memberikan informasi kepada masyarakat tentang penggunaan obat keras. Nafa Urbach menegaskan dirinya tidak menggunakannya narkoba yang melanggar hukum.

Neuralgyn obat utama saya, jujur ​​saya tidak perlu resep dokter karena dijual gratis, wes tuo ra muye time kakean polaahh (saya sudah tua, tidak punya waktu) stop menyentuh obat.tulis aktor berusia 43 tahun itu di Instagram pada Kamis, 23 November 2023.

Nafa menjelaskan, obat tersebut adalah Neuralgin yang biasa ia beli di apotek. Ia menegaskan, dirinya tidak pernah mengonsumsi obat-obatan terlarang. Obat ini merupakan obat utama yang dapat dibeli tanpa resep dokter karena dijual secara gratis.

Kondisi Penggunaan Narkoba di Indonesia

Bergantung kepada kemkes.go.iddan Pasal 1 Konstitusi Obat-obatan bisa (St. 1937 No. 541), obat kuat adalah obat yang tidak digunakan untuk pekerjaan teknis, dengan pengobatan, kekuatan, desinfektan, dan sebagainya. Fitur-fitur untuk tubuh manusia, baik dikemas atau tidak.

Penyerahan obat keras, narkotika, dan psikotropika oleh pengedar narkoba kepada masyarakat harus sesuai dengan resep dan prosedur hukum dokter. Hal itu tertuang dalam Pasal 24 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pelayanan Kesehatan, seperti disebutkan. bpk.go.id.

Mengacu iai.iddan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 02396/A/Sk/Vili/86 tentang label khusus obat kuat daftar G pada pasal 2, obat kuat hanya dapat diberikan dengan resep dokter dengan tata cara sebagai berikut, yaitu :

  1. Pada label dan kemasan obat jadi yang tergolong obat padat harus dicantumkan label khusus obat padat.

    Periklanan



  2. Ketentuan pada ayat (1) sebagai pelengkap harus mencantumkan kalimat “Harus menggunakan resep” sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Menteri Kesehatan No. 197/A/SK/77 tanggal 15 Maret 1977.
  3. Lepuh, lembaran alumunium/plastik, vial, ampul, tabung atau jenis wadah lainnya tidak boleh diberi tanda, jika wadah ditutup dengan penutup luar.

Bergantung kepada medis.jogjakota.go.idDok, obatnya harus diberikan sesuai obat yang sama, misalnya tiga kali sehari atau dua kali sehari. Dosis harian diperlukan untuk memastikan obat dapat memberikan hasil yang positif karena menjaga dosis obat di dalam tubuh.

Selain itu, antibiotik harus diminum sesuai resep dokter untuk mendapatkan hasil pengobatan terbaik dan menghilangkan patogen penyebab penyakit. Berdasarkan hal tersebut, penggunaan obat kuat harus dengan resep dokter.

Selain obat keras, mereka yang membawa obat keras juga memerlukan resep dokter. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2015 tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi, prekursor obat adalah bahan atau bahan awal atau bahan kimia untuk peralatan proses produksi industri farmasi atau antara lain produk, produk curah, dan produk jadi.

Pproduk miliki efedrin, pseudoefedrin, norefedrin atau fenilpropanolamin, ergotamin, ergometrinatau kalium permanganat. Apotek dapat menyuplai obat prekursor hingga obat kuat melalui tangan beberapa pihak, yaitu:

  1. Apotek lain
  2. Pusat kesehatan masyarakat
  3. Instalasi Farmasi
  4. Praktek Klinis
  5. Dokter
  6. Sabar.

RACHEL FARAHDIBA R | MARVELA SAYA SARAN KHOIRUNIKMAH

Pilihan Editor: Pernyataan Nafa Urbach soal obat keras yang disita polisi



Quoted From Many Source

Baca Juga  Sekretaris Jenderal PBB mengutuk penembakan di Gedung Konser Moskow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *