MUI Sarankan Indonesia Siapkan Diplomasi Cara Kedua Lindungi Palestina, Apa Itu?

Uncategorized34 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, JakartaWakil Sekretaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia atau MUI KH Khariri Makmun mengatakan Indonesia harus mempersiapkan diplomasi kedua (Diplomasi kedua) dalam pertempuran defensif Palestinabukannya membuat pertunjukan yang terkadang dibarengi dengan rencana khilafah.

Tujuannya untuk menghadirkan tokoh-tokoh yang dipandang netral dan tidak mewakili pemerintah untuk melakukan penelitian terhadap tokoh-tokoh Hamas, kata Khariri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 12 Juni 2024.

Ketua Intersolutional Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini mengatakan, upaya tersebut sama seperti yang dilakukan Indonesia saat Taliban pertama kali berkuasa di Afghanistan. Saat itu, Indonesia mendukung pembicaraan langsung dengan Taliban dan Qatar.

“Belajar dari pengalaman masa lalu, saya pikir penting untuk berdialog dengan kelompok kuat seperti Hamas melalui cara-cara tersebut. Diplomasi keduaDia berkata.

Khariri berharap masyarakat Indonesia bisa melihat permasalahan Palestina dengan cermat. Platform umat akan menjadi landasan penyelesaian konflik di negeri para nabi, karena banyak hal yang terjadi di Palestina tidak semudah apa yang dilihat mata.

“Hanya Indonesia dan beberapa negara yang tidak bisa melakukannya. Bahkan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang banyak beranggotakan negara-negara Timur Tengah belum mampu meredam konflik. “Dibutuhkan kekuatan lintas negara, agama, dan ideologi untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel,” ujarnya.

Pengurus Pondok Pesantren Aljabar Ciawi, Kabupaten Bogor, mengatakan, penyerangan Israel ke kamp pengungsi di Rafah, Gaza menarik perhatian dunia. Banyak masyarakat awam yang menganggap bahwa sebenarnya niat Zionis Israel adalah melepaskan roket, dan dapat dikatakan bahwa hal tersebut merupakan genosida saat ini.

Perhatian dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Agresi militer Israel terhadap Palestina merupakan masalah yang terus berlanjut, yang berujung pada pembantaian dan serangan tanpa pandang bulu yang menewaskan ribuan warga Palestina. Ia mengatakan, mimpi kemerdekaan masih sebatas harapan, keadaan diperparah dengan dua prinsip hak asasi manusia (HAM) yang diberlakukan terhadap Palestina oleh sekutu Israel.

Baca Juga  Sri Mulyani membeberkan anggaran bansos pada 2024 meningkat tajam menjadi 135 persen

MUI menyayangkan kegiatan kemanusiaan yang dikalahkan Agenda Khilafah

Khariri menyayangkan ada pihak lain yang memanfaatkan penderitaan rakyat Palestina untuk memulai kisah politik apa pun, termasuk mereka yang memikirkan kekhalifahan.

“SAYA-pengaturan “Persoalan kemanusiaan di Palestina dengan rencana khilafah akan merugikan rakyat Palestina,” ujarnya.

Ia mengatakan, Palestina telah menjadi isu global terkait pelanggaran HAM, genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Aktor-aktor yang menggerakkan isu Palestina semakin banyak dan tidak hanya dari sudut pandang kebangsaan, etnis, dan ras.

Mari kita tunjukkan kepedulian bersama dengan menjaga kebebasan dan keadilan bagi Palestina agar tidak diambil alih dengan mendukung ideologi khilafah, kata Khariri.

Khariri menambahkan, gerakan kolektif dan demonstrasi “Selamatkan Palestina” terkadang berkontribusi terhadap keresahan di Indonesia. Khilafah adalah salah satu penyebab paling umum di zaman modern.

Padahal, kata dia, demonstrasi di Indonesia sendiri bukanlah cara yang efektif untuk menyatakan dukungan diplomatis terhadap Palestina di hadapan dunia internasional.

“Upaya mendukung Palestina yang tidak membuahkan hasil semakin melemahkan dan melemahkan perjuangan Indonesia untuk Palestina,” ujarnya.

Pilihan Editor: Sistem informasi PP Muhammadiyah tentang konversi UU TNI ke Polri



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *