Mendag meninjau harga bahan pokok di pasar Bogor

Uncategorized124 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, JakartaMenteri Perdagangan Zukifli Hasan, Senin, mengunjungi pasar Kebon Kembang atau yang populer dengan sebutan Pasar baru oleh masyarakat setempat, di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, untuk mengevaluasi harga suatu barang atau barang.

Berdasarkan analisisnya terhadap pasar blok C dan D, Hasan mengungkapkan, harga beras, cabai, dan bawang merah mengalami penurunan. Meski demikian, ayam dan telur masih dijual dengan harga yang relatif mahal.

“Alhamdulillah harga beras sudah mulai turun. Yang membuat saya senang, harganya hampir mencapai Rp 1.000 (US$0,6) per kilogram. Oleh karena itu, beras diberikan seharga Rp 15.000-17.000 (US$0,95- 1,08) per kilogram,” ujarnya.

Ia berharap petani di wilayah tersebut segera memasuki musim panen pada bulan ini, sehingga harga beras dalam negeri kembali ke level saat ini.

Lebih lanjut Menkeu mengatakan, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan harga beras, antara lain dengan menginstruksikan perusahaan logistik pelat merah Bulog untuk meningkatkan penyaluran beras yang dialokasikan pada Program Stabilisasi Pasokan dan Harga (SPHP).

“Harga beras SPHP yang disalurkan Bulog sudah bagus,” ujarnya.

Ia kemudian bercerita tentang harga cabai yang turun selama sepekan, dari Rp100.000 (US$6,37) menjadi Rp60.000 (US$3,82) per kilogram.

“Harga (Chile) sudah mencapai level normal,” ujarnya.

Mendampingi Hasan saat sidak, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim membenarkan pasar Kebon Kembang masih stok beras.

Terkait penurunan harga cabai, ia berharap musim panen mendatang bisa mencegah harga melebihi Rp. 60.000 per kilogram tambahan.

“Mudah-mudahan sebentar lagi kita memasuki musim panen besar yang diharapkan bisa menstabilkan harga di Rp 60.000,” ujarnya.

Di tengah-tengah

Pilihan Editor: Pemerintah Indonesia menjelaskan alasan larangan impor di Bandara Soekarno-Hatta

Baca Juga  Kementerian Luar Negeri RI membenarkan adanya dugaan pencurian data terkait teknologi jet tempur KF-21 oleh seorang WNI.

klik disini untuk mendapatkan update terkini dari Tempo dan Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *