Kisah Megawati menjadi juri Zayed Prize dan bisa bertemu Paus Fransiskus

Uncategorized229 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Ketua PDI Perjuangan Megawatt Soekarnoputri menceritakan pengalamannya menjadi juri Zayed Prize for Humanity Fraternity (ZAHF 2024) akhir tahun lalu serta pemikirannya mengenai diskusi tersebut. Paus Francis. Hal itu diungkapkan Megawati saat mengawali pidatonya pada perayaan Natal PDIP dan Relawan Perdamaian dan Sejahtera Ganjar-Mahfud (Merah) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis 18 Januari 2024.

Sebelumnya, Pendeta Gilbert Lumoindong menjelaskan pokok-pokok meditasi jalan kebenaran yang harus ditaati. Megawati yang mengakhiri sambutannya mencontohkan bagaimana tema kebenaran diangkat pada pemilu tahun ini.

Ia juga memulai dengan kisah perjalanan terakhirnya ke Vatikan dan bertemu dengan Paus Fransiskus untuk mengetahui pemenang Zayed Award for Human Fraternity (ZAHF 2024).

Ia mengaku awalnya tidak menyangka bisa bertemu dengan pemimpin tertinggi Katolik tersebut.

Tapi itu terjadi karena saya terpilih menjadi salah satu hakim Paus dan Imam Besar Masjid Al Azhar, kata Megawati. dikutip dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 18 Januari 2024.

Ternyata, seperti Megawati, Imam Besar Masjid Al Azhar dan Paus Fransiskus mendengarkan kisah Megawati yang selalu menyuarakan kebenaran demi kemaslahatan umat manusia.

Dan hari jadinya PDIP Tahun ini Megawati juga memilih tema “Satyam Eva Jayate”, bahasa Sansekerta yang berarti “Kebenaran Akan Menaklukkan”.

“Itu bukan kata-kataku. “Itulah pada abad ke 13, Raden Wijaya sepertinya sedang menderita dan ada Mpu yang berpesan jangan takut kelemahan, berani, bicaralah yang sebenarnya, kemenangan selalu, kebenaran selalu. dan kamu pasti menang,” dia dikatakan.

Ia menilai prinsip ini sangat penting untuk dijadikan pedoman. Seperti yang diajarkan semua agama, manusia akan selalu tergoda. Jalan kebenaran harus selalu menjadi penuntunmu, jangan takut membela kebenaran.

Baca Juga  Ganjar pakai baju bergambar jokowi menanggapi Golkar-PAN ke Prabowo

Periklanan

“Sebagai manusia, kita tergoda. Itulah yang diajarkan semua agama. Megawati menambahkan, “Akan selalu ada upaya untuk mengetahui apakah kita orang baik atau orang jahat.”

“Kekuasaan itu menyenangkan. Namun bagi saya, jika saya ingin berhenti, maka berhentilah. Jangan lupakan tanahnya. Ini ujian, jangan lupa. “Orang-orang selalu berusaha,” lanjutnya.

Dijelaskannya, dalam Islam, ada malaikat yang mencatat hal-hal baik dan malaikat yang mencatat hal-hal buruk pada manusia.

Jelang pemilu 2024, Megawati mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia bahwa pemilu adalah untuk rakyat sendiri. Masyarakat harus mempunyai keberanian untuk memperjuangkan tujuan yang baik.

“Saya kira memberikan jalan agar seluruh rakyat Indonesia paham, pemilu ini untuk Anda, bukan untuk orang lain, dan hak Anda untuk memutuskan siapa yang akan menjadi pemimpin selanjutnya,” kata Mega.

“Kemampuan rakyat untuk menang, jangan takut, jangan takut dengan kekuasaan, karena kekuasaan tidak akan bertahan lama, yang kekal adalah Allah SWT. Ingat,” ujarnya.

Pilihan Editor: Ridwan Kamil PDIP Jabar melaporkan di Bawaslu, Ada Apa?



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *