Kisah Ketua RT di Cilincing terkena dua peluru dari senjata maling

Uncategorized359 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Senin malam, 15 Januari 2024 menjadi hari yang tak terlupakan bagi Benyamin Pasang Rore. Dia ditembak terkait pencurian mobil di sekitar rumahnya di Jalan Kemuning, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara.

Padahal, saat itu, ia hanya membantu mengecek rekaman CCTV di rumah tetangganya di kawasan Dewa Ruci, Jakarta Utara. Pengecekan dilakukan karena sehari sebelumnya ada kasus pencurian di kawasan tersebut.

Setelah meninggalkan Dewa Ruci, Benyamin pulang ke rumah pada pukul 19.00. Sesampainya di Jalan Kemuning sekitar pukul 19.30, ia berjalan dengan mengenakan kaos oblong sambil membawa helm.

“Masyarakat teriak, ‘Wah, itu maling’,” kata Direktur RT 03 RW 10 saat ditemui di rumahnya, Rabu 17 Januari 2024.

Alarm warga kota adalah tentang dua orang yang mengendarai sepeda motor berwarna hitam. Benjamin menanggapi teriakan tersebut dan bersiap untuk memukul orang yang dikiranya sebagai pelaku kejahatan tersebut.

Pelaku berkendara dari suatu tempat dekat toko kelontong di desa tersebut. Benyamin memukul punggung pelaku dengan tangannya, namun tidak terjatuh.

Namun, setelah itu, penjahat penunggang kuda itu mengeluarkan pistol dan mengincar Benjamin. “Setelah itu, saya tidak menyangka langsung mengeluarkan senjata, menembak berkali-kali,” ujarnya.

Dari pistol tersebut, dua bola baja atau peluru gotri melukai tangan kirinya. Salah satunya mengalami memar kecil di pergelangan tangan dan yang lainnya mengenai otot bisep di lengan atas.

Periklanan

Benyamin menunjukkan lukanya kepada Tempo, luka di otot bisepnya tampak seperti patah dan membiru. Beruntung, kata Benyamin, luka tembaknya tidak tembus.

Ia ingat, lokasi penembakan itu dekat dengannya. Kurang lebih empat meter, ujarnya.

Warga tidak menangkap pelaku karena di sekelilingnya ada senjata. Meski banyak orang yang menyaksikan penembakan tersebut, namun kedua pelaku berhasil lolos.

Baca Juga  Unhas meraih UI GreenMetric Award sebagai taman paling berkelanjutan di Indonesia Timur

Dia berkata: “Tentu saja, orang ingin membunuh saya karena mereka fokus pada kepala dan hati.”

Benyamin tak mengetahui siapa mereka, namun yang jelas yang dilakukannya bukanlah pencurian sepeda motor. Rupanya, perilaku mereka diketahui warga rumah kontrakan nomor 9 di Jalan Kemuning.

Saat terluka, Benyamin berobat ke RSUD untuk mendapat perawatan pertama, lalu ke RSUD Koja. Kemudian pada Selasa 16 Januari 2024, dia melapor ke Polsek Cilincing.

Pilihan Editor: Pelaku menembak RT dan Cilining setelah dicegah melarikan diri.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *