Ketahui perbedaan DPT, DPTb, dan DPK pada pemilu 2024

Uncategorized126 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Pemilihan umum atau Pemilu 2024 yang dilaksanakan serentak pada tanggal 14 Februari 2024 merupakan momen penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Pemilu ini akan menjadi tahapan penting untuk menentukan siapa yang akan memimpin negara dan masyarakat Indonesia dalam lima tahun ke depan. Selain menentukan presiden dan wakil presiden, pemilu 2024 juga akan menentukan anggota DPR, DPD, dan DPRD di tingkat provinsi, daerah, dan nasional.

Untuk dapat menggunakan hak pilihnya secara sah, masyarakat harus terdaftar dalam daftar pemilih yang disusun oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ada tiga jenis daftar pemilih yang perlu diketahui masyarakat, yakni Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Terbanyak (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Lalu apa perbedaan ketiganya?

Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Daftar Pemilih Tetap dipersingkat DPT merupakan kumpulan nama warga negara yang mempunyai hak pilih berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). DPT tersebut disusun menggunakan data pemilu sebelumnya dan data resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemilih yang terdaftar di DPT dapat memberikan suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah ditentukan, sesuai dengan alamat yang tertera pada kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) atau dokumen identitas lain yang sesuai.

Masa pemungutan suara bagi pemilih yang terdaftar di DPT dimulai pukul 07.00 hingga 13.00 waktu setempat. Pada saat pemilu, pemilih wajib membawa undangan memilih dengan kode C6 dan e-KTP atau dokumen identitas yang sah. Apabila syarat-syarat tersebut terpenuhi, maka pemilih yang terdaftar dalam DPT akan diberikan seluruh surat suara yang diperlukan untuk pemilihan presiden-wakil presiden, anggota DPR, DPD, dan DPRD di tingkat daerah, daerah, dan negara.

Baca Juga  Hamas mengatakan Israel melakukan kekejaman dalam serangan terhadap rumah sakit Al Shifa

Daftar Pemilih Terpadu (DPTb)

Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) adalah istilah yang merujuk pada daftar warga negara yang mempunyai hak pilih seperti dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Namun seringkali warga yang terdaftar DPTb ingin pindah ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) alternatif karena berbagai alasan, seperti urusan pemerintahan, kebutuhan pendidikan, perjalanan, atau karena sakit. Namun status calon tersebut tetap tercatat dalam DPT, namun dikenal dengan nama DPTb untuk keperluan administratif.

Periklanan

Tata Cara Menjadi Pemilih DPTb harus mengurus surat perpindahan suara yang mengharuskan pemilih mengisi formulir A5 di kantor kecamatan setempat. Pengaturan perpindahan ke tempat pemungutan suara harus dilakukan selambat-lambatnya 30 hari sebelum hari pemungutan suara. Setelah prosesnya selesai, pemilih yang termasuk dalam kategori DPTb akan diperbolehkan memilih antara pukul 07.00 hingga 13.00 waktu setempat pada hari pemilihan.

Pada saat pemilihan, pemilih DPTb perlu membawa formulir A5 yang telah disiapkan, beserta e-KTP atau dokumen identitas diri yang masih berlaku. Surat suara yang diterbitkan kepada pemilih DPTb akan dipilah berdasarkan daerah pemilihan yang bersangkutan, baik daerah pemilihan tempat ia berpindah. Namun perlu diperhatikan, pemilih DPTb tidak akan diberikan surat suara pemilihan anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota jika meninggalkan tempat pemungutan suara. Oleh karena itu, sistem pemungutan suara keliling memungkinkan bagi pemilih yang berkebutuhan khusus atau terpaksa berada di tempat berbeda pada hari pemilu.

Daftar Pemilih Khusus (DPK)

Daftar Pemilih Khusus (DPK) adalah klasifikasi yang mengacu pada pemilih yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), namun masih memiliki identitas resmi yang sah, seperti e-KTP, sertifikat ( Suket), Kartu Keluarga, Paspor, atau Surat Izin Mengemudi. Meski tidak terdaftar pada DPT atau DPTb, pemilih yang termasuk kategori DPK tetap mempunyai hak memilih di tempat pemungutan suara (TPS) sesuai alamat yang tercantum dalam dokumen identitasnya.

Baca Juga  Hukum kemarin, jet tempur Rafale hingga penanganan kasus korupsi

Pemilih DPK diperbolehkan memilih antara pukul 12.00 hingga 13.00 waktu setempat dengan menunjukkan identitas dan TPSnya kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Sesampainya di TPS, mereka akan diberikan surat suara yang sama dengan pemilih yang terdaftar di DPT, meliputi pemilihan presiden-wakil presiden, anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Namun perlu diingat, pemilih DPK tidak akan mendapat surat panggilan untuk memilih dengan kode C6 seperti yang diterima pemilih DPT. Waktu yang diperbolehkan bagi pemilih DPK untuk memilih adalah satu jam terakhir sebelum TPS ditutup, yaitu pukul 12.00 hingga 13.00 waktu setempat. Meski berbeda bentuk dengan DPT dan DPTb, keberadaan DPK memungkinkan mereka yang memenuhi syarat untuk tetap berpartisipasi dalam proses demokrasi pemilu.

BAWASLU | PANGGILAN
Pilihan Editor: 35 Link Twibbon Pemilu 2024 dan Cara Penggunaannya

.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *