Kemendikbud ingin penerima Program PK SMK mencapai 2.712 sekolah pada tahun 2024

Uncategorized575 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – SMK Pusat Unggulan atau sekolah Menengah Kejuruan PK merupakan salah satu reformasi pendidikan Direktorat Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. untuk menyambut era inovasi 4.0 dan memahami dukungan pendidikan. Tahun ini, program tersebut merupakan bagian dari Kebebasan untuk belajar yang akan meningkatkan populasi sasaran.

Sejak dimulainya program SMK PK pada tahun 2021, sebanyak 1.851 SMK di seluruh Indonesia telah menerima program tersebut. Pada tahun 2024, Direktorat SMK juga akan membuka program ini untuk SMK di seluruh Indonesia.

Direktur Sekolah Vokasi Direktorat Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Wardani Sugiyanto mengatakan, program SMK Sekolah PK lebih berupaya untuk mendukung pemimpin dalam negeri, sastra, kolaborasi, dan keterlibatan dunia usaha. . dunia dan dunia industri (DUDI) yang berujung pada terserapnya lulusan ke dunia kerja, dilanjutkan studi dan dunia usaha. Pada tahun 2024, pemerintah menargetkan jumlah SMK penerima program SMK PK sebanyak 2.172 SMK dan jumlah siswa yang terlibat sebanyak 2,4 juta orang.

“Tujuan jangka panjangnya adalah SMK PK ini dapat menjadi inspirasi bagi SMK lain di lingkungannya melalui kekuatan keterlibatan DUDI khususnya dalam penerapan kurikulum mandiri,” ungkapnya. Wardani dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat 12 Januari 2024.

Sekolah Teknik PK merupakan proyek yang mencakup proses pengembangan sistem sekolah kejuruan dan beberapa program teknis dengan meningkatkan kualitas dan efisiensi yang diperkuat dengan kolaborasi dan keterlibatan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja serta menjadi rujukan. yang mempunyai semangat inspiratif dan menjadi pusat peningkatan mutu dan kinerja SMK lainnya.

Pendanaan dan dukungan PK Program Sekolah Vokasi 2024 ada dua rencana, yaitu rencana reguler dan dukungan keuangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Skema Dukungan Padanan (SPD) dan pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta dana pendampingnya dan Nilai investasi DUDI.

Baca Juga  Gibran Rakabuming di Bursa Cawapres 2024, Potensial tetapi Tak Cukup Umur

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh sekolah dan lembaga kejuruan untuk melaksanakan program SMK PK. Dari sisi SMK, masing-masing sekolah yang terdaftar mempunyai kerjasama dan kemitraan dengan DUDIKA. Sedangkan dari sisi industri, undang-undanglah yang memberikan uang kepada SMK dengan cara melengkapi peralatan atau fasilitas dan berkontribusi dalam kemajuan pendidikan.

Anggaran minimum DUDI untuk satu SMK adalah 200 juta. Pipin Dwi Nugraheni, Presiden Tim Kerja Transformasi Sekolah Vokasi Center for Excellence mengatakan, “Satu SMK dapat bekerjasama dengan lebih dari satu DUDI dan satu DUDI mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan lebih banyak lagi. dari 1 sekolah kejuruan.”

Proses pendaftaran program PK SMK 2024 dimulai pada 11 Desember 2023—30 Januari 2024.

Pilihan Editor: 128 kabupaten di Jawa Barat tidak memiliki SMA/SMK negeri, 16 diantaranya tidak memiliki SMA/SMK sama sekali.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *