Kelompok masyarakat bekerja sama untuk menjelaskan dampak negatif tembok besar tersebut

Uncategorized584 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Anggota komunitas Maleh Dadi Segoro (MDS) menolak proyek tembok laut besar-besaran atau tembok laut besar di Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Awalnya, kata pemerintah tembok laut besar sebagai solusi banjir rob dan tenggelamnya wilayah Pantura Jawa. Memang Menteri Pertahanan Prabowo Subianto; Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto; dan beberapa menteri Organisasi Buruh Indonesia membentuk kelompok buruh untuk membangun fasilitas ini.

“Kami merasa pemerintah tidak memahami akar permasalahan dan sebagian penyebabnya Celana Jawa sedang tenggelam, kata koordinator MDS Martha Kumala Dewi dalam keterangan tertulisnya, dilansir Tempo, Jumat, 12 Januari 2024.

Martha memaparkan banyak dampak negatif dari blokade laut yang dilakukan pemerintah. Pertama, kata dia, tanggul laut akan fokus pada pembangunan dan kegiatan perekonomian di Pantura Jawa. Menurutnya, hal tersebut bertentangan dengan lingkungan Pantura Jawa yang semakin mendapatkan lahan.

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur dan kegiatan ekonomi skala besar otomatis menimbulkan beban dan membutuhkan air. Saat ini kebutuhan air untuk rumah tangga dan dunia usaha di Pantura Jawa dipenuhi dari pengambilan air tanah.

Oleh karena itu, pemusatan kekayaan di Pantura Jawa yang sampai ke tanggul laut akan memperparah depresi dengan semakin beratnya dan meningkatnya pengambilan air dalam, ujarnya.

Dampak negatif kedua, lanjutnya, orientasi pembangunan tanggul laut tercermin pada upaya pengurangan biaya tanah.

Berikutnya: Pemanenan air menguntungkan industri namun merugikan komunitas nelayan



Quoted From Many Source

Baca Juga  Muhammad adalah nama populer untuk anak Laki-laki Inggris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *