Kajian Populix, Milenial dan Gen Z akan menjadi tumpuan ekonomi digital pada tahun 2024

Uncategorized220 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Teknologi membawa perubahan dalam kebiasaan berbelanja dan tuntutan finansial di kalangan masyarakat seribu tahun Dan Generasi Z. Dari hasil kajian penyedia data Populix bertajuk “Indonesia Digital Economic and Financial Outlook 2024”, kedua generasi tersebut menunjukkan perbedaan minat dalam berbelanja dan mengelola uangnya.

Sebagai generasi yang paling aktif secara digital, kata Co-founder dan CEO populis Timothy Astandu, generasi milenial dan Gen Z akan menjadi poros lingkungan ekonomi digital yang mendukung lahirnya inovasi-inovasi baru. Sementara itu, menurut Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti, ekonomi digital diperkirakan akan terus tumbuh dengan baik pada tahun 2024. “Bahkan pada tahun 2025 akan meningkat dua kali lipat,” tuturnya. pernyataan tertulis. , Jumat 8 Desember 2023.

Prospek ekonomi digital sangat terdorong oleh perubahan perilaku generasi milenial dan Gen Z sebagai kelompok konsumen terbesar. Oleh karena itu, menurut Esther, peran lembaga keuangan penting untuk mendukung pemerataan ekonomi digital dan regulasi yang kuat dari pemerintah untuk melindungi data pengguna dan keamanan pengguna dari serangan siber.

Dari hasil survei yang dilakukan Populix melalui aplikasi dan diskusi yang melibatkan seribu responden berusia 17-55 tahun, ditemukan bahwa e-commerce menjadi tempat belanja terpopuler bagi 54 persen responden. Sedangkan 42 persen responden yang sebagian besar berasal dari masyarakat berstatus sosial ekonomi rendah memilih berbelanja langsung di toko. Sedangkan 3 persen responden yang didominasi oleh Gen Z melakukan bisnis melalui platform media sosial.

Beberapa layanan online yang menjadi bagian penting dalam kehidupan Gen Z dan milenial adalah e-wallet (68%), platform belanja online untuk kebutuhan sehari-hari (55%), online travel (46%), aplikasi pemesanan makanan (45%), telemedicine (34%), streaming video (32%), produk rumah pintar (21%), dan langganan aplikasi digital (17%). Sebanyak 78 persen generasi milenial dan generasi Z sepakat untuk menabung dan 58 persen melakukan investasi jangka panjang.

Baca Juga  ASEAN-BAC harap kerja sama ketahanan pangan dengan Rusia dan India

Periklanan

Banyak generasi milenial yang fokus pada karir dan keluarga, sehingga mereka memiliki kemampuan perencanaan keuangan dan pengelolaan uang untuk mencapai stabilitas keuangan di masa depan. Oleh karena itu, pola pengeluaran dan prioritas keuangan mereka didasarkan pada kebutuhan sehari-hari, menabung untuk masa pensiun, mendanai pendidikan, dan berinvestasi pada produk-produk berisiko rendah.

Sedangkan Gen Z yang mayoritas masih lajang menunjukkan gaya belanja dan pengelolaan uang yang menarik serta fokus pada kehidupan dan hiburan. Keputusan mereka sebagian besar didorong oleh paparan media sosial yang menciptakan ilusi ketinggalan (FOMO).

Mahasiswa ANWAR



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *