Jokowi telah mengeluarkan Rp. Pabrik Amonium Nitrat 1,2 Triliun di Bontang

Uncategorized150 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, KepalaPresiden Joko Widodo atau Jokowi membuka pabrik PT Kaltim Ammonium Nitrate (KAN) di Kota Bontang, Kalimantan Timur hari ini. Perusahaan ini memproduksi amonium nitrat atau bahan peledak.

Berdasarkan pantauan Tempo, Jokowi tiba di kantor PT KAN sekitar pukul 09.40 Wita. Jokowi didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Pertimbangan Wiranto, dan lainnya.

Sebelum peresmian, Jokowi dan jajarannya mengunjungi pabrik amonium nitrat PT KAN dengan menggunakan mobil golf. Upacara akhirnya berlangsung sekitar pukul 10.00.

Dalam sambutannya, Jokowi bersyukur dengan dibangunnya pabrik amonium nitrat yang dilakukan BUMN tersebut. Menurut dia, hal itu diperlukan untuk mengurangi ketergantungan impor amonium nitrat.

“Ini penting karena 21 persen amonium nitrat kita masih diimpor, dengan dibangunnya pabrik amonium nitrat di Kalimantan Timur akan mengurangi impor dari 21 persen menjadi 8 persen,” kata Jokowi, Kamis, 29 Februari 2024.

Artinya, kata dia, amonium nitrat masih diimpor sebesar 13 persen. Lanjut Jokowi, amonium nitrat merupakan bahan baku ledakan dan pupuk NPK.

Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan keamanan dan industri pangan. Dengan dibangunnya perusahaan PT KAN, ia berharap Indonesia bisa bebas dan mandiri.

Periklanan

“Kami berharap dengan selesainya pengembangan industri Amonium Nitrat Kaltim, kebebasan kita, produktivitas kita, dan pangan lokal semakin mandiri, lebih mandiri dan hasil yang dihasilkan Rp 1,2 triliun tidak gratis,” kata Jokowi.

PT Kaltim Ammonium Nitrate merupakan perusahaan patungan antara dua perusahaan pelat merah yakni PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Dahana. KAN merupakan perusahaan industri kimia yang didirikan pada tahun 2003.

Pabrik ini mampu menghasilkan sekitar 75 ribu ton amonium nitrat per tahun. Selain bersifat eksplosif, amonium nitrat juga dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk NPK.

Baca Juga  DKI disarankan bentuk badan promosi wisata setelah tak jadi ibu kota

AMELIA RAHIMA SARI | Di tengah-tengah

Pilihan Editor: Diajak Gabung Pemerintahan Prabowo, Jokowi: Kenapa Tanya Saya?



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *