Hentikan pendanaan perang Ukraina, G7 berencana melarang penjualan berlian Rusia

Uncategorized197 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Tujuh Negara (G7) diperkirakan akan mengumumkan larangan penjualan berlian Rusia dalam 2-3 minggu ke depan, kata seorang pejabat Belgia kepada wartawan pada hari Jumat.

Upaya ini bertujuan untuk mengurangi pendapatan Rusia dari ekspor berlian dan memperkuat sanksi yang ada terhadap Alrosa Rusia, produsen berlian terbesar di dunia. Isu ini telah dibicarakan di antara para pemimpin negara G7 selama setahun terakhir.

Larangan tersebut akan dimulai pada Januari 2024, kata seorang pejabat pemerintah, yang menolak disebutkan namanya, kepada wartawan di Brussels.

“G7 telah memutuskan prinsip yang menghubungkan inovasi dan kualitas, namun rinciannya belum diputuskan,” kata pejabat itu.

Belgia telah mengusulkan rencana untuk mengidentifikasi berlian kasar dan membandingkannya dengan permata yang dipoles.

“Beban ketertelusuran ada di tangan konsumen dan produsen, makanya India melakukan hal ini. Mereka harus bisa memberikan persetujuan untuk menjual produknya di G7. Anda memerlukan referensi yang kuat dan tautan yang terbukti untuk menggunakan hasil yang lebih baik,” ujarnya. .

Antwerp di Belgia adalah toko berlian pertama di dunia. Saat ini, segera setelah berlian Rusia dipotong dan dikilap di luar Rusia, berlian tersebut dianggap berasal dari negara yang telah “berubah” dengan baik.

“Kita sedang membicarakan mengenai penyeimbangan kembali pasar global,” kata pejabat tersebut, sambil mengakui bahwa hal ini tidak akan berjalan baik dalam waktu dekat.

“Rusia adalah pemasok barang ke seluruh dunia. Dengan sistem ini, kami memotong pasokan mereka dan membiarkan mereka berada di pasar yang lebih rendah dengan harga yang lebih rendah. Ia melanjutkan, “Kami mengurangi jumlah uang dari sektor ini. “

Uni Eropa membeli berlian Rusia senilai $1,5 miliar tahun lalu, menurut Eurostat, karena Uni Eropa tidak melarang impor permata tersebut atau masuk dalam daftar hitam Alrosa.

Baca Juga  Mendag menyampaikan, mahasiswa berperan dalam mengangkat Indonesia tinggi

Uni Eropa telah memberlakukan larangan tersebut, namun Belgia menilai larangan tersebut akan mengalihkan pasar ke tempat lain dan menjauh dari Antwerp. Selain itu, Uni Eropa sendiri hanya menguasai 15 persen pasar dunia.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *