Hasyim Asyari mengaku mengetahui ada data yang dijual KPU pada Senin kemarin

Uncategorized198 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengaku mengetahui data tersebut PANGGILAN yang dipanen dan dijual. Pelanggaran data tersebut diketahui KPU pada Senin, 27 November 2023. Mengetahui peretasan tersebut, KPU langsung melaporkannya. Negara Siber dan Badan Kode dan Badan Reserse Kriminal Umum atau Departemen Investigasi Kriminal Polisi setempat.

Hasyim mengatakan dalam keterangannya tertanggal Rabu, 29 Desember 2023, “KPU mengetahui informasi adanya sekelompok penjual data milik KPU sejak Senin, 27 November 2023 sekitar pukul 15.00 WIB.”

Setelah mengetahui adanya peretasan situs KPU, Hasyim mengaku segera menyelidiki sistem informasi yang dibawa pelaku yakni Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) dan meretas akun pengguna Sidalih sebagai upaya mengatasi peretasan.

Ia mengatakan, KPU mengorganisir BSSN, Bareskrim, pengembang, dan perusahaan lain untuk mendapatkan data dan bukti digital terkait informasi tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi bersama, kini banyak penelitian, seperti catatan akses, manajemen layanan dan catatan lainnya, diambil dari aplikasi dan server yang digunakan untuk mengidentifikasi pelaku, jika peretasan sistem data sebenarnya pemilu.

“KPU memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada tim tanggap insiden untuk melindungi dan mencegah penyebaran data pemilih,” ujarnya.

Pertama Bareskrim Polri menemukan dugaan bocornya data pemilih di situs kpu.go.id milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui keamanan siber yang dilakukan penyidik ​​Direktorat Kejahatan Siber (Dittipidsiber).

Kepala Badan Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Adi Vivid A Bachtiar kini bekerja sama dengan KPU untuk mengusut penampakan mencurigakan tersebut.

“Kami telah mengidentifikasi dugaan pemalsuan data KPU akibat patroli siber yang dilakukan tim kami. Kini, CSIRT (Computer Security Incident Response Team) segera berkoordinasi dengan KPU untuk melakukan penyelidikan secara simultan,” kata Vivid dalam keterangannya. . Diterima di Jakarta, Rabu 29 November 2023.

Baca Juga  Bamsoet menegaskan, Indonesia bukanlah negara biasa

Periklanan

Perhatian publik awalnya tertuju pada seorang pengusaha anonim bernama “Jimbo” yang diduga meretas situs KPU dan memperoleh data pemilih dari situs tersebut.

Akun ini telah membagikan 500.000 tampilan per postingan di situs BreachForums. Situs ini sering digunakan untuk menjual data yang diretas.

Jimbo pun memastikan keakuratan data tersebut melalui beberapa tangkapan layar dari situs cekdptonline.kpu.go.id.

Dalam unggahannya, Jimbo mengungkapkan, dari 252 juta catatan yang diterimanya, terdapat beberapa data duplikat.

Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan 204.807.203 data unik. Jumlah tersebut hampir menyamai jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU yang berjumlah 204.807.222 pemilih dari 514 provinsi dan kota di Indonesia dan 128 negara perwakilan.

Data yang dikelola “Jimbo” meliputi informasi pribadi, seperti nomor induk pribadi (NIK), nomor kartu keluarga (KK), nomor KTP, nomor paspor pemilih luar negeri, nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, lokasi lahir. , status perkawinan, alamat lengkap, dan kode tempat pemungutan suara (TPS).

Pilihan Editor: Data pemilih disebut sudah didapat, KPU menjamin keamanan seluruh sistem informasi



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *