Harga Beras di tingkat komersil naik, Ketua Bapanas: Petani senang dengan harga jagung dan gabah saat ini.

Uncategorized115 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Direktur Badan Pangan Nasional (Ayah) kata Arif Prasetyo Adi harga gandum di dalam petani sekarang bangun. Oleh karena itu, ia mengatakan para petani kini senang dengan tingginya harga tersebut.

“Jadi sekarang kalau kamu mau bagian Sisi positifnya, jumlah petani saat ini sangat besar Senang sekali. Jadi jika ada penyataan dan petani menderita sekarang, tidak (bagus). Saat ini petani bergembira karena harga jagung dan gabah sedang tinggi. Tapi kita harus melakukannya Keseimbangan Itu harga konsumen dan satu untuk konsumen, katanya di Ramayana Klender, Jakarta Timur, Senin, 12 Februari 2024.

Kenaikan harga gabah menyebabkan kenaikan harga beras di tingkat eceran. Untuk itu, kata dia, pemerintah menyalurkan bantuan pangan kepada 22 juta keluarga penerima manfaat atau KPM. Ia menegaskan, penyaluran bantuan tidak boleh dipolitisasi. Namun, hanya karena masyarakat menginginkannya.

“Juga sebenarnya negara yang paling sedikit membutuhkan. Harga dari petani bagus, beras 200 ribu ton diberikan ke penggilingan padi untuk usaha karena tidak bisa berproduksi, karena jagungnya masih terbatas. Ditunda, kemarin tidak ada hujan,” ujarnya.

Arif menilai pemerintah telah melakukan upaya untuk gizi beras. Namun pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara penyaluran bantuan pangan tersebut sebelum hari pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) 2024.

“Jadi tanggal 8 sampai 14 itu distop dulu, supaya berita-berita politik bantuan pangan, beras, tidak dijadikan politik, dan ini (masyarakat) sangat menginginkannya. Kemudian tanggal 15 kita akan melakukannya. mulai bantuan pangan lagi, ditambah SPHP (Daftar Harga Pembelian), semuanya kami lakukan.”

Periklanan

Arief menjelaskan, Bapanas didirikan berdasarkan undang-undang Nomor 18 Yahun Tahun 2012. Melalui undang-undang tersebut, Bapanas diberi banyak kewenangan dari Kementerian Teknologi. Dia mencontohkan penetapan harga yang dulu menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan, kini berada di Bapanas. Selain itu juga dalam penelitian keamanan pangan produk pemerintah yaitu di Kementerian Pertanian dan kini di Bapanas.

Baca Juga  Dunia teratas: Republik Pisang Malaysia, Ukraina yang marah dan Rusia yang mengusir duta besar AS

Lalu Bulog dulu dengan Pak Erick (Menteri BUMN), tapi pada Perpres 66 tahun 2021 dikatakan Menteri BUMN memberikan kewenangan Bulog kepada Kepala Bapanas. oleh Ketua Bapanas. Ada perubahan nyata, tidak mengambil dari pesan lain, tidak. Tapi ini undang-undang dan undang-undang dan dari Presiden nomor 66 tahun 2021, katanya.

Bantuan pangan, kata Arif, berbeda dengan bantuan sosial. “Untuk bantuan kemanusiaan setahu saya ada Kementerian Sosial Bu Risma. Khusus bantuan pangan beras ditugaskan (ke) Bapanas, karena Bapanas yang menyelenggarakan Bulog.”

Pilihan Redaksi: Faisal Basri Kembali Minta Sri Mulyani Mundur dari Kabinet: Jokowi Keluar.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *