Hamas mengatakan Israel melakukan kekejaman dalam serangan terhadap rumah sakit Al Shifa

Uncategorized72 Dilihat

Satu Hamas pada Senin, 1 April 2024, mengatakan bahwa Israel telah melakukan kekejaman dalam penyerangan terhadap Rumah Sakit Al Shifa di Kota Gaza. Dalam keterangan tertulisnya, Hamas mengatakan beberapa jenazah ditemukan dengan tangan terikat dan kemungkinan dikubur hidup-hidup. Mayat tank juga terlihat.

Tentara Israel mundur dari pusat kesehatan tersebut pada Senin pagi, 1 April 2024, setelah menduduki kamp rumah sakit selama 14 hari. Saksi mata mengatakan operasi tentara Israel telah menewaskan banyak orang dan menghancurkan rumah sakit.

Menurut Hamas, pemerintah Amerika Serikat bertanggung jawab atas penghancuran Jalur Gaza yang disengaja dan ilegal. Hamas juga menyerukan kepada Mahkamah Internasional (ICC) dan organisasi internasional lainnya untuk memulai proses yang diperlukan untuk menyelidiki kejahatan ini dan penghancuran tentara Israel dan Rumah Sakit Al Shifa dan sekitar.

Para pejabat Palestina menyebut serangan terhadap rumah sakit yang merawat pasien yang terluka sebagai kejahatan perang, sementara para pejabat Israel mengatakan pasukan khusus melancarkan serangan yang ditargetkan ke markas Hamas di kalangan warga sipil yang normal dan lemah.

Ribuan warga Palestina – 6.200 menurut tentara Israel – telah melarikan diri ke kamp tersebut, salah satu dari sedikit tempat di Gaza utara yang memiliki akses listrik dan air. Ismail Al-Thawabta, kepala kantor media Gaza yang dikelola Hamas, mengatakan bahwa pasukan Israel membunuh 400 warga Palestina di sekitar rumah sakit, termasuk seorang dokter wanita dan putranya, yang juga seorang dokter, dan merusak gedung tersebut. tubuh tidak berfungsi.

Periklanan

Hamas dan pejabat medis membantah kehadiran militan di rumah sakit tersebut, namun juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan kelompok militan Hamas dan Jihad Islam ternyata menjadi basis operasi utama. Hagari mengatakan pasien darurat dievakuasi dari rumah sakit sebelum operasi dan mengatakan tidak ada warga sipil, pasien atau dokter Palestina yang terluka oleh pasukan Israel.

Baca Juga  Sekretaris Jenderal PBB mengutuk penembakan di Gedung Konser Moskow

Sumber: middleeastmonitor.com

Pilihan Editor: Netanyahu berencana menutup televisi Al Jazeera di Israel, mengapa?

Ikuti berita terkini dari Tempo.co dan Google News, klik Di Sini



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *