Foto Viral AI Prabowo, Anies, Ganjar, Ini Kata Guru Pendidikan Media UM Surabaya.

Uncategorized116 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Dosen Ilmu Media dan Budaya Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Radius Setiawan pun memberikan penjelasan antara berbagai foto viral presiden dan wakil presiden Pilpres 2024 yang dijadikan versi kartun AI (kecerdasan buatan). Gambar yang memperlihatkan sosok Anis Baswedan, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming, dan Mahfud MD dalam wujud anak-anak ini dianalisa beragam warganet.

Radius mengeksplorasi dampak kemajuan teknologi dari AI yang dapat dimanfaatkan oleh organisasi pemilu untuk meraih simpati pemilih dari negara atau kebangsaan tertentu.

Bahkan kemungkinan besar akan digunakan oleh kelompok tersebut untuk membuat nomor pribadi sesuai dengan pasar atau komunitas yang diinginkan, kata Radius pada Minggu, 27 November 2023, seperti dilansir dari situs UM Surabaya.

Meski mampu menarik simpati pemilih, Radius mengingatkan kita akan kebahagiaan angka-angka yang diciptakan AI agar tidak membuat masyarakat melupakan pentingnya visi, informasi, dan gagasan para pemimpin. Menurutnya, citra diri yang dihasilkan AI saat ini bisa mereduksi persepsi presiden dan wakil presiden karena mereka berupaya keras untuk memperbaiki citra tersebut menjadi lebih baik.

“Yang mengkhawatirkan adalah para kandidat akan merasa puas dan bekerja keras untuk menciptakan citra dirinya dengan AI, dimana visi dan idenya didasarkan pada permasalahan nyata yang dihadapi negara ini sehingga terasa hilang dan terlupakan,” ujarnya.

Radius menegaskan, teknologi harus menjadi sarana penyampaian pesan dengan visi dan ide yang efektif dan mudah dipahami masyarakat.

Periklanan

“Jangan biarkan kemajuan teknologi menjauhkan pemimpin dari kebenarannya atau bukan dirinya sendiri, karena teknologi dapat menciptakan gelembung gambaran yang salah dan penuh kebohongan,” ujarnya.

Lebih lanjut Radius menyampaikan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, partai politik berlomba-lomba berkontribusi membangun kekuatan baru di ranah digital. Mereka juga mendatangi berbagai platform media yang ada saat ini untuk mendapatkan simpati dari generasi muda yang melek teknologi atau generasi tua yang melek teknologi.

Baca Juga  Surya Paloh Bertemu Jokowi, NasDem Dinilai Kalah Handuk Terima Kemenangan Prabowo-Gibran

Maka dalam hal ini penting untuk berhati-hati dan bijaksana, khususnya bagi generasi Z dan milenial dalam menerima informasi. Generasi muda Indonesia merupakan kekuatan tersendiri yang harus dilawan dalam kontestasi pemilu.

“Selain itu, menjelang pemilu 2024 nanti akan banyak beredar informasi palsu, mulai dari berita bohong, hasutan, ujaran kebencian dan lain-lain. Beliau bersabda, “Pertama bisa sebelum berbagi dan melakukan tabbayun, verifikasi kebenaran pesannya.”

Pilihan Redaksi: Lanjutkan Pendidikan, Guru SD Asal Kalsel Terima Kado dari Jokowi



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *