Dolar melemah di awal sesi Asia jelang data inflasi AS

Uncategorized227 Dilihat

RedaksiHarian – Dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya di awal sesi Asia pada Senin, setelah laporan pekerjaan AS yang beragam memberikan sedikit keyakinan arah serta karena fokus pasar beralih ke data inflasi dari dua ekonomi terbesar dunia yang akan dirilis minggu ini.

Perekonomian AS menambahkan lapangan pekerjaan lebih sedikit dari yang diharapkan pada Juli, tetapi mencatat kenaikan upah yang solid dan penurunan tingkat pengangguran, demikian data menunjukkan pada Jumat (4/8/2023).

Sementara dolar jatuh ke level terendah satu minggu terhadap sekeranjang mata uang setelah data, kerugiannya dibatasi karena laporan tersebut menunjuk ke pasar tenaga kerja yang masih ketat, menunjukkan Federal Reserve mungkin perlu mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.

Indeks dolar AS terakhir bertahan di 101,98, melemah di dekat level terendah Jumat (4/8/2023) di 101,73.

Sterling naik 0,04 persen menjadi 1,2756 dolar, sementara euro turun 0,01 persen menjadi 1,1010 dolar.

“Ada narasi di sana untuk semua orang, tergantung pada bias Anda,” kata Kepala Riset Pepperstone, Chris Weston tentang laporan pekerjaan.

“Kami melihat pendinginan pasar tenaga kerja, tetapi tidak runtuh. Ini melakukan apa yang kami harapkan.”

Data inflasi AS akan dirilis pada Kamis (10/8/2023), di mana ekspektasi inflasi inti telah meningkat 4,7 persen secara tahunan pada Juli.

“Sulit untuk melihat kemunduran yang besar pada pasangan dolar, karena pada dasarnya AS masih memiliki pertumbuhan terbaik, Anda memiliki bank sentral yang masih sangat bergantung pada data, dan saya pikir ada risiko minggu ini bahwa angka IHK keluar di atas ekspektasi,” kata Weston.

Juga karena minggu ini akan keluar laporan inflasi Juli dari China pada Rabu (9/8/2023), dengan pedagang mencari tanda-tanda deflasi lebih lanjut di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Baca Juga  Padang arahkan koperasi simpan pinjam migrasi ke sektor riil

“(Kami) melihat IHK utama negara itu mencatat deflasi Juli ini setelah pertumbuhan harga konsumen terhenti pada Juni,” kata analis MUFG dalam sebuah catatan.

“Sementara narasi pemulihan lunak di China kemungkinan tetap utuh dalam jangka pendek, dukungan berkelanjutan dari pemerintah China akan meningkatkan yuan.”

Yuan di pasar luar negeri terakhir sedikit lebih rendah pada 7,1901 per dolar.

Pada Jumat (4/8/2023), seorang pejabat China mengatakan selama konferensi pers oleh perencana negara bahwa likuiditas dalam sistem perbankan negara itu akan dijaga cukup, meskipun investor dibiarkan menginginkan lebih banyak di tengah lambatnya peluncuran dukungan Beijing untuk menghidupkan kembali ekonominya.

Di tempat lain, dolar Australia naik tipis 0,1 persen menjadi 0,6577 dolar AS, sedangkan dolar Selandia Baru naik 0,18 persen menjadi 0,6109 dolar AS.

Yen mencapai level tertinggi satu minggu di 141,52 per dolar pada awal perdagangan Asia.

Bank Sentral Jepang memperdebatkan prospek pertumbuhan inflasi berkelanjutan pada pertemuan Juli mereka dengan salah satu anggota dewan mengatakan upah dan harga dapat terus meningkat pada kecepatan yang “tidak terlihat di masa lalu,” menurut ringkasan pendapat yang dirilis pada Senin.

Post Views: 1

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *