Dokter mengingatkan bahwa memberi air tidak mengejutkan anak-anak

Uncategorized47 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Dokter spesialis kesehatan anak RS Pondok Indah Jakarta Radhian Amandito mengatakan informasi pemberian air terlalu banyak bisa menjadi penyebabnya. anak-anak terhenti karena nol kalori itu tidak benar.

“Dan ini masalahnya, kekuatan perut selalu sama air Itu sebabnya saya tidak suka minum susu atau makan. Efek jangka panjang jika terlalu banyak air, kurang kalori, bisa menyebabkan sembelit, kata Radhian dalam diskusi kesehatan di Greenfields bertema Hati-hati Penuhi Kebutuhan Gizi Anak di Jakarta, Kamis, 1 Februari 2024.

Radhian mengatakan, anak yang banyak minum air putih akan kenyang sehingga tidak mau makan atau minum susu. Padahal, pada 1.000 hari pertama kehidupan, sejak anak masih dalam kandungan hingga berusia 2 tahun, mereka sangat membutuhkan protein, baik dari makanan maupun susu.

Dikatakannya, sayangnya permasalahan ini masih sering terjadi di perkotaan karena para ibu banyak mendapatkan informasi dari sumber yang tidak baik sehingga terjadi kebingungan mengenai petunjuk yang harus diberikan. . Meski banyak informasi yang beredar di internet dan media sosial dari para dokter dan praktisi, tentu tidak semuanya bisa diikuti. Yang terjadi adalah pada saat pemberian MPASI sering terjadi kesalahpahaman dalam pemberian buah dan sayur pada anak di bawah satu tahun, serta tidak adanya protein hewani seperti susu, keju, atau daging yang membuat anak kurus.

Perhatikan kebutuhan kalori
Anak yang terlihat aktif mungkin tidak terlindungi dari kematian karena kalorinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi anak yang aktif. Dokter lulusan Universitas Indonesia ini juga menyarankan para orang tua untuk mengikuti satu sumber terpercaya saja, misalnya Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Periklanan

“Lagi pula soal MPASI, banyak buah dan banyak sayur. Yang keju, santan, tidak ada dagingnya, encer. Itu salah satu kendalanya, informasinya banyak. Mudah dari satu perusahaan, lebih sulit kalau mengandalkan “Dari satu dokter, influencer, pasti ada kesalahan,” jelasnya.

Baca Juga  Jepang mewajibkan tes TBC bagi wisatawan dari enam negara, termasuk warga Indonesia

Radhian menyarankan perlunya meningkatkan kesadaran tentang hal itu memberi semangat 1.000 hari pertama kehidupan harus dipahami tidak hanya oleh orang tua tetapi juga oleh mereka yang mengasuh anak seperti kakek dan nenek. Informasi yang tepat mengenai kecukupan asupan kalori dan informasi mengenai tumbuh kembang anak dari sumber yang tepat dapat mencegah risiko kematian pada anak.

Pilihan Editor: Mengapa Protein Nabati Tidak Direkomendasikan untuk Bayi



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *