Demikian tanggapan Puan Maharani atas mundurnya Maruarar Sirait dari PDIP

Uncategorized438 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Politisi Maruarar Sirait mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP pada, Senin hari ini, Senin, 15 Januari 2024. Ara, sapaan akrab Maruarar, mengaku keluar dari Partai Banteng karena memilih mengikuti jejak Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Nyonya Maharani tak banyak berkomentar saat ditanya soal beberapa karyawannya yang mengundurkan diri. Puan bilang terima saja Maruarar.

Terima kasih, selama ini bersama PDI Perjuangan, kata Puan saat ditemui di DPR, Selasa, 16 Januari 2024.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Pemerintah Pusat sudah menerima kabar pengunduran diri Maruarar Sirait sebagai kader. Hasto mengatakan, keanggotaan partai didasarkan pada prinsip kesukarelaan.

Begitu pula jika Anda bukan anggota, Anda bisa mengajukan pengunduran diri, kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 16 Januari 2024.

Menurut Hasto, pimpinan partai menerima pengunduran diri Ara. Ia mengatakan bahwa Ara telah sukses sebagai pengusaha.

“Apalagi dengan keadaan Pak Ara saat ini, beliau semakin sukses sebagai seorang pengusaha. “Banyak foto Pak Ara. Kegilaan dan pengusaha menunjukkan keberhasilan ini,” kata Hasto.

Tak hanya itu, Hasto menilai pengunduran diri tersebut merupakan bagian dari konsolidasi kader partai. Apalagi, sikap tersebut dipilih di saat kelompok tersebut sedang berjuang mempertahankan kedaulatan sosial sebagai aturan tertinggi dalam mengidentifikasi pemimpin.

Hasto mengatakan, “Dengan koreksi dan berbagai upaya yang berusaha mempertahankan kekuasaan, terdapat pelanggaran berat terhadap hukum Anwar Usman dengan menggunakan penipuan hukum di Mahkamah Konstitusi.”

Sebelum mengundurkan diri, dalam jabatan politiknya di PDIP, Ara tercatat sebagai Ketua DPP PDIP, sedangkan dalam jabatan profesionalnya Ara adalah Presiden PT Potenza Sinergi.

Baca Juga  Rusia mengangkut 300 pekerja dari Korea Utara dengan kereta api

Periklanan

Dalam perjalanan politiknya, Ara pernah menduduki kursi Dewan Perwakilan Nasional selama tiga periode. Pada periode 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019, pria kelahiran Medan, 23 Desember 1969 ini merupakan anggota Komisi XI DPR. Ia bergabung dengan PDIP pada tahun 1999.

Sedangkan dalam perjalanan pendidikannya, Ara merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan Bandung pada tahun 90an. Semasa menjadi mahasiswa, Ara aktif dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia atau GMKI dan Resimen Mahasiswa Universitas Parahyangan. Dalam pertemuan tersebut, Ara belajar tentang politik dan berbagai organisasi.

Ara menceritakan detail mengakhiri karir politiknya bersama PDIP saat berada di dalam mobil. Kepada wartawan, ia mengaku bertemu dengan Wakil Sekjen PDIP Utut Adianto dan politisi lain seperti Rudianto Tjen.

Diakuinya, keputusan mereka keluar dari partai berlambang sapi itu berdasarkan diskusi dengan orang dalam partai. Saya berdoa semoga PDI Perjuangan menjadi partai besar yang memperjuangkan Pancasila, memperjuangkan kebenaran, memperjuangkan keadilan, ujarnya.

Usai memutuskan keluar dari PDIP, Ara mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dan para pimpinan partai. Karena selama ini dia mengizinkan saya mengabdi melalui PDIP, kata Ara.

Ara tak menjawab akan bergabung ke partai mana dan keluar dari PDIP. Namun, dia menyatakan akan bergabung dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Saya memilih mengikuti jejak Pak Jokowi karena saya yakin Pak Jokowi adalah pemimpin yang sangat didukung masyarakat Indonesia dan kepercayaan masyarakat, kata Ara.

Pilihan Redaksi: PDIP terima pengunduran diri Maruarar Sirait, Hasto bilang baik-baik saja sebagai pengusaha.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *