Berhenti merokok terlalu cepat dapat menyebabkan kelelahan, mual, dan penurunan fungsi jantung

Uncategorized168 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Pakar kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukannya mudah pecah Dengan merokok, mengingat selain membuat tubuh lemas setelah berpuasa seharian, juga akan berdampak buruk bagi kesehatan.

“Kalau kita berpuasa seharian tentu saja kita lemas. Jadi, tentu tidak baik kalau keadaannya diperparah dengan merokok dan cepat berbuka,” ujar Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Pernapasan, Departemen Kedokteran tersebut. Universitas Indonesia saat dihubungi di Jakarta. , Rabu 20 Maret 2024.

Siapa mudah pecah karena merokok kelemahan, kelelahan, mual dan muntah serta penurunan fungsi jantung dan otot karena kekurangan oksigen dalam sel.

Merokok dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan lainnya, termasuk penyakit paru-paru kronis, kerusakan gigi dan bau mulut, stroke dan serangan jantung, tulang rapuh, gangguan mata salah satunya katarak, faktor risiko. kanker serviks dan keguguran pada wanita dan rambut rontok.

Tjandra menganjurkan agar masyarakat berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan manis seperti kurma, kemudian makanan sehat dan bergizi, serta tidak memilih merokok.

Saatnya Ramadhan untuk berhenti merokok

Ia kemudian mengatakan, puasa Ramadhan bisa menjadi motivasi untuk hidup bebas rokok. Selama berpuasa, Tjandra juga mengatakan, seseorang bisa bekerja dari pagi hingga sore tanpa merokok dan bisa terus berlanjut hingga sore hari hingga akhirnya berhenti merokok.

Artinya dengan berpuasa Ramadhan kita bisa mendapatkan tenaga untuk hidup sehat tanpa rokok dan karena rokok merusak kesehatan kita juga mendapat tenaga untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang merugikan kesehatan kita, kata Tjandra. yang menjabat sebagai Direktur Pascasarjana di Universitas YARSI.

Periklanan

Diakuinya pula, menurut pihak Puskesmas DKI Jakarta melalui laman media sosialnya, jika nikotin dalam rokok masuk ke dalam tubuh dalam keadaan perut kosong, maka risiko seseorang terkena kanker paru-paru akan semakin besar.

Baca Juga  Yang penting diketahui tentang bahaya senyawa bromat pada air minum kemasan

Nikotin bertahan di dalam tubuh selama delapan jam. Pada tubuh yang sering merokok, nikotin akan lebih banyak terserap ke dalam tubuh dan hal ini berdampak pada risiko terjadinya penyakit jantung.

Sementara Kementerian Kesehatan, dari hasil survei global penggunaan tembakau pada orang dewasa (Global Adult Tobacco Survey-GATS) yang dilakukan pada tahun 2011 dan akan dimutakhirkan pada tahun 2021 menyebutkan terjadi peningkatan yang signifikan. pasien perokok. Pekerja dewasa yang merokok dalam 10 tahun terakhir mencapai 8,8 juta. rakyat.

Merujuk survei yang melibatkan 9.156 responden, diketahui jumlah perokok pada tahun 2011 sebanyak 60,3 juta orang dan pada tahun 2021 menjadi 69,1 juta perokok. Selain itu, hasil analisis GATS menunjukkan peningkatan konsumsi rokok elektrik hingga 10 kali lipat, dari 0,3 persen (2011) menjadi 3 persen (2021).

Pilihan Editor: Senang dengan 3.000 orang yang memadati jalanan Dubai, menunya adalah Bubur Kanji versi India.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *