Bawaslu selidiki dugaan jual beli suara di Malaysia

Uncategorized150 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, JakartaDirektur Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja, Senin, mengatakan Pusat Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) tengah mengusut dugaan aksi jual beli surat suara Indonesia di Malaysia.

Namun Bagja enggan berkomentar lebih jauh. “Masih dalam penyelidikan. Kami belum bisa memberi tahu Anda saat ini,” katanya seraya menambahkan bahwa kasus tersebut bermula dari sebuah video yang beredar secara online.

Migrant CARE, sebuah organisasi yang fokus pada advokasi pekerja migran Indonesia, pertama kali melaporkan masalah ini ke Bawaslu.

Pekerja migran CARE, Muhammad Santosa, mengatakan pada tanggal 20 Februari bahwa para pedagang menjual surat suara yang diambil dari kotak surat di rumah-rumah di Malaysia, tempat tinggal warga negara Indonesia, dengan memanfaatkan anonimitas mereka.

Dia menambahkan, “Mereka sengaja menggeledah kotak surat dan mengumpulkan surat suara, lalu menyatukannya di satu tempat.”

Harga jual suara ini berkisar antara 25 hingga 50 ringgit Malaysia (sekitar US$5,23–10,47) dan ditujukan bagi kandidat pada pemilihan umum Indonesia tanggal 14 Februari.

Di tengah-tengah

Pilihan Editor: 77 Bebas visa dan bebas visa masuk bagi pemegang paspor Indonesia

klik disini untuk mendapatkan update terkini dari Tempo dan Google News



Quoted From Many Source

Baca Juga  Prabowo Subianto akhiri Konferensi di Kertanegara, Berikut Daftar Tamunya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *