Bareskrim mengungkap alasan Sihol Situngkir, tersangka TPPO, tidak ditangkap karena bimbingan mahasiswa

Uncategorized68 Dilihat

Perusahaan Tempo.CO, Jakarta – Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkapkan alasan pihaknya hingga saat ini belum menangkapnya. Sihol Situngkirseseorang yang diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (Nasihat) program magang ferienjob tahun 2023. “Untuk saat ini yang bersangkutan tidak kami tangkap karena melihat usianya,” kata Djuhandhani dalam keterangannya di Bareskrim Polri, Rabu malam, 3 April 2024.

Alasan lainnya, kata dia, Sihol Situngkir bekerja sama dengan petugas penyidik, termasuk pengacaranya. Dari pemeriksaan yang memakan waktu sekitar 10 jam dan dilanjutkan dengan 48 pertanyaan, lanjut Djuhandani, tim penyidik ​​mendapat informasi Sihol menerima uang sebesar Rp48 juta. Uang ini merupakan keistimewaan sebagai penolong. Alasan lainnya adalah Sihol mendapat penghasilan tambahan sebagai guru. “Semakin meningkat nilainya,” jelasnya.

Kiprah Guru Besar Universitas Jambi ini dalam kasus ferienjob TPPO 2023, karena anggotanya tergabung di berbagai perguruan tinggi. Karena hubungan Sihol, tidak semua perguruan tinggi menerima jasa pelayaran. Ada juga yang menolak karena tidak cocok untuk program pelatihan. “Dilihat dari proses ini, kita semua mengetahui bahwa ferienjob merupakan program dari pemerintah Jerman untuk mengisi waktu liburan sesama mahasiswa,” kata Djuhandani.

Dirtipidum Bareskrim Polri menjelaskan pihaknya menetapkan Sihol Situngkir sebagai tersangka kedua. Pada panggilan pertama, Sihol tidak hadir karena sedang berduka. “Panggilan pertama tidak datang karena ada duka di sana, jadi kami maklumi,” kata Djuhan.

Periklanan

Panggilan kedua Sihol Situngkir terjadi pada Rabu, 3 April 2024. Sihol dan ketiga kuasa hukumnya tiba pada pukul 10.41 WIB dan meninggalkan Bareskrim Polri pada pukul 21.41 WIB. Mantan pejabat khusus Kementerian Sekretariat Negara ditetapkan sebagai tersangka TPPO pada 20 Maret 2024.

Baca Juga  KBRI tampilkan keragaman Indonesia dalam Festival Anggrek ASEAN

Selain Sihol, terdapat 4 tersangka lainnya antara lain AJ (perempuan) berusia 52 tahun, MZ (laki-laki) berusia 60 tahun. Dua tersangka lainnya berada di Jerman, yakni Enik Rutita alias Enik Waldkonig (perempuan) 39 tahun, Amisulistani alias Ami Ensch (perempuan) ) 37 tahun.

Pilihan Editor: Seorang pria di Medan membunuh ibu kandungnya karena marah ditegur meminta uang untuk membeli rokok.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *