Bamsoet menegaskan, Indonesia bukanlah negara biasa

Uncategorized204 Dilihat

INFO NASIONAL – Ketua Kongres Rakyat Indonesia sekaligus Wakil Ketua Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan, sebagai bangsa yang memiliki Tuhan Yang Maha Esa, agama memegang peranan penting dalam sistem penting dalam kehidupan berbangsa. Rumusan sila pertama Pancasila pada prinsipnya menekankan agar masyarakat Indonesia memahami keberadaan Tuhan.

Menurutnya, Indonesia bukanlah negara internasional yang sama sekali tidak terlibat dalam urusan agama dan kenegaraan, namun tidak diartikan sebagai negara agama yang mengandalkan satu agama sebagai dasar hukumnya. “Negara menjamin kebebasan setiap orang untuk menganut agamanya masing-masing, dan beribadah sesuai agama dan keyakinannya. Serta memenuhi ajaran agama secara beradab, yaitu saling menghormati,” kata Bamsoet dan Hubungan Empat Pilar MPR RI hari pertama. 9 saat berkunjung ke Dapil-7 Jawa Tengah dan DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat 26 Januari 2024.

Acara tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Kajian Hukum dan Reformasi dan Sekjen MPR Hentoro Cahyono, Wakil Ketua DPW LDII Jawa Tengah Khotikul Husen, dan Ketua DPD LDII Purbalingga Kusno Raharjo.

Presiden DPR RI ke-20 sekaligus mantan Ketua Komisi III DPR RI Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Keamanan ini menjelaskan, sesuai dengan ibadah keagamaan yang menjadi unsur utama dalam kehidupan berbangsa, keberadaan umat beragama organisasi. juga mempunyai banyak pekerjaan. Baik sebagai badan hukum yang bertanggung jawab atas berbagai aktivitas umat beragama, maupun sebagai mitra pemerintah dalam urusan keagamaan.

Periklanan

Bamsoet mengatakan, salah satu peran penting organisasi keagamaan dalam kehidupan berbangsa adalah menciptakan kondisi untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Ini penting, karena selain persoalan agama yang sangat sensitif, jika merujuk pada ribuan kasus kekerasan dan diskriminasi, ditengarai hanya sedikit yang memiliki latar belakang agama, atau terkait dengan agama,” ujarnya.

Baca Juga  Top Dunia Ketiga: DK PBB Bahas AS - Irak, Pers Asing Prabowo

Wakil Ketua Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua FKPPI ini menegaskan, peristiwa kekerasan dan radikalisme atas nama agama, serta merebaknya konflik sosial atas dasar agama menunjukkan masih adanya kelompok agama tertentu. masyarakat menafsirkan ajaran agama secara sempit. Bamsoet mengatakan: “Masih terlalu semangat dalam mengajarkan agama yang dapat mengancam dan menghancurkan semangat persatuan dan kesatuan.”

Oleh karena itu, lanjut Bamsoet, inilah makna penting dari Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Bamsoet mengatakan, “Membangun karakter dan jati diri bangsa dengan mengedepankan prinsip Empat Pilar MPR RI diharapkan mampu mengatasi melemahnya jati diri bangsa.”



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *